Gunakan Sonar Deteksi Benda di Bawah Laut, Tim Sar Gabungan Kerahkan 2 Helikopter

Persindonesia.com Jembrana – Pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, pencarian 29 korban terus dilakukan, kali ini di hari ketigam Tim Sar gabungan kembali melakukan penyisiran dengan menggunakan 2 helikopter diantaranya helikopter Dauphin HR 3606 BASARNAS serta helikopter Bell 249 BAHARKAM Polri.

Saat dikonfirmasi, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno mengatakan, pihaknya kembali melakukan upaya pencarian terhadap 29 korban yang sampai saat ini belum ditemukan. “Kaliini kami mengerahan alut laut dan udara penguatan dari Koarmada II dan Pushidrosal,” jelasnya, Sabtu (5/7)

Gubernur Koster Siap Hadiri Upacara Medewa Sraya di Pura Tuluk Biyu Batur, Komit dan Hormati Nilai Luhur Budaya Bali

Menurutnya, penguatan dari Koarmada II, yaitu berupa KRI Fanildo 732, 1 unit helikopter Phanter yang memiliki sonar dengan kemampuan mendeteksi benda-benda di bawah laut, serta dua tim penyelam dari Dislambair dan Satkopaska. “Kami berharap dengan penguatan ini dapat menemukan datum yang pasti atau lokasi KMP Tunu Pratama Jaya,” ujarnya.

Secara paralel, lanjut Eko, sedang dilakukan langkah-langkah persiapan jika nantinya datum yang pasti sudah diketahui, seperti medical check up di RSUD Banyuwangi terhadap 22 orang personel penyelam, serta persiapan peralatan pendukung penyelaman.

Update Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, Jumlah Korban Selamat Berubah, Pencarian Masih Berlanjut

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 36 orang korban berhasil ditemukan tim SAR gabungan, dengan rincian 30 orang ditemukan selamat dan 6 orang ditemukan meninggal. Sementara itu, korban yang belum ditemukan sebanyak 29 orang. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *