Jember,Persindonesia.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Jember melaksanakan audiensi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadispemasdes) beserta jajaran. Audiensi berlangsung di ruang rapat kantor Dispemasdes, Senin, (22/9/2025).
Kehadiran GWI Jember ke kantor Dispemasdes bertujuan menjalin sinergitas sesuai arahan Bupati Jember Muhammad Fawait. Dalam arahan Bupati Fawait kepada GWI Jember beberapa waktu lalu, media yang bergabung dalam uniform pink lover itu diharapkan mampu menebarkan rasa optimisme kepada masyarakat bahwa Jember Baru Jember Maju sedang berjalan pada jalur yang tepat (on the right way).
Kadispemasdes Jember Harry Agustriono mengatakan bahwa sebagian besar warga Kabupaten Jember tinggal di pedesaan. Inilah tantangannya, bagaimana cara menyampaikan informasi yang benar kepada mereka, juga bagaimana mengangkat potensi desa.
Program-program Bupati Jember harus tersampaikan secara utuh sehingga bermanfaat semaksimal mungkin. Demikian pula potensi desa sebaiknya dikelola dengan baik dan benar untuk kemanfaatan warga, terang Harry.
Dispemasdes membuka pintu lebar bagi GWI Jember untuk menerima tantangan tersebut. Ada 226 desa dibawah binaan Dispemasdes. Sesuai regulasi yang ada pembinaan meliputi pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa, peningkatan sumberdaya manusia, dan lainnya.
Harry menegaskan bahwa membangun Jember tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah daerah tetapi melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk unsur media. Sedangkan Ketua DPC GWI Jember Ahmadi menyampaikan program-program kerjasama kepada Dispemasdes.
“Kami membawa beberapa skema kerjasama yang bersifat saling membangun dan saling menguatkan antara GWI dengan Dispemasdes,” ucap Madek sapaannya.
Madek menekankan bahwa skema kerjasama pemberitaan yang ditawarkan tidak membuka ruang baru. “Kami mencoba membantu membranding dan mensiarkan pembangunan desa melalui saluran yang sudah ada yakni PPID dan KIM,” tandas Madek.
Selain itu GWI juga mendorong Dispemasdes untuk menghidupkan lagi perpustakaan desa. Hal itu penting sebab tidak semua warga desa mampu mengakses media, baik platform online atau media sosial.
Sementara itu Sekretaris GWI Jember Sigit Priyono Azeta menyampaikan bahwa GWI siap membantu meningkatkan kapasitas sumber daya di desa.
“Kami siap membantu. Kami akan membuka kelas pelatihan dan bimbingan jurnalistik dasar kepada operator di desa, baik operator PPID atau pun KIM. Tidak saja penulisan artikel tetapi bisa juga pendampingan membuat video pendek untuk profil desa,” ujar Sigit.
Di akhir audiensi dalam suasana diskusi itu Harry menyampaikan kepada tamunya akan mempelajari penawaran GWI Jember. Dispemasdes berterima kasih atas kehadiran dan perhatian GWI untuk bersama-sama membangun Jember khususnya di sektor pedesaan. (And)






