Hampir Seribu Warga Manfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kota Tegal

Persindonesia.com Tegal – Sebanyak 975 warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Polda Jawa Tengah di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut menyediakan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum hingga layanan dokter spesialis.

Layanan yang diberikan meliputi cek kesehatan gratis, skrining dan penyuluhan tuberkulosis (TB), pemeriksaan laboratorium sederhana, pelayanan dokter spesialis, pemeriksaan gigi, fisioterapi, pelayanan ibu hamil, penanganan stunting, donor darah, serta khitan massal.

Data Biddokkes Polda Jateng mencatat, selain 975 warga yang mengikuti pengobatan umum dan cek kesehatan gratis, sebanyak 139 warga memperoleh layanan spesialis penyakit dalam dan 96 pasien menjalani pemeriksaan saraf. Sebanyak 865 warga juga menerima obat-obatan gratis, sementara 54 balita mendapatkan layanan penanganan stunting.

Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Badung Wujudkan Semangat Gotong Royong Melalui Aksi Sosial dan Pelestarian Sejarah

Selain pelayanan kesehatan, Polda Jateng menyalurkan 1.128 paket sembako kepada masyarakat. Bantuan alat kesehatan berupa kursi roda dan alat bantu berjalan juga diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut juga dideklarasikan gerakan Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru serta diluncurkan program TOSS Presisi Berantas TB Paru Kota Tegal sebagai upaya mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menyatakan kegiatan pelayanan kesehatan seperti ini dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, termasuk percepatan eliminasi tuberkulosis dan pencegahan stunting.

Pemkab Badung Perkuat Pembinaan Seniman Muda Jelang Penampilan Duta PKB 2026

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan sosial dan kemanusiaan yang diberikan Polri kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (Karmono)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *