Persindonesia.com, Denpasar – Siapa yang belum tahu hidden gem di Kabupaten Klungkung, tepatnya di Desa Aan. Desa wisata ini menawarkan pengalaman yang tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada interaksi langsung dengan budaya hidup masyarakat setempat, tradisi kesehatan leluhur, serta aktivitas wisata berbasis edukasi dan keberlanjutan.
Di balik lanskap perbukitan, aliran sungai, dan suasana pedesaan yang masih alami, Desa Wisata Aan menghadirkan paket pengalaman wisata yang menyatu dengan kehidupan warga. Tidak hanya menjual panorama, desa ini mengajak wisatawan masuk lebih dalam ke aktivitas budaya yang masih kental.
Sejumlah daya tarik alam menjadi pintu utama yang ditawarkan kepada wisatawan. Air Terjun Aan Secret Waterfall dengan suasana tersembunyi di balik tebing, kawasan Petapan Park yang tertata alami, Bukit Batu Kembar dengan panorama perbukitan, hingga lokasi pesiraman menjadi destinasi yang banyak dikunjungi. Di samping itu, terdapat pula galeri seni milik pemahat lokal Sukanto Wahyu yang menjadi ruang pertemuan antara karya seni dan wisatawan.
Keunggulan lain yang membedakan Desa Aan dari destinasi wisata lain di Bali adalah penguatan wisata berbasis tradisi dan kesehatan. Desa ini mengangkat secara serius tradisi maboreh atau meracik boreh Bali sebagai atraksi utama yang dikemas dalam paket wellness tourism, sehingga wisatawan tidak hanya melihat, tetapi juga ikut merasakan langsung proses budaya yang masih hidup di masyarakat.
Ayam Betutu Gilimanuk Kuliner Legendaris di Bali Barat
Perbekel Desa Aan, Klungkung I Wayan Wira Adnyana menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata ini berangkat dari proses panjang penggalian potensi sejak akhir 2018, yang kemudian berlanjut dengan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) hingga akhirnya Desa Aan ditetapkan sebagai desa wisata pada 2021.
“Setelah berjalan dan terus menggali potensi desa, akhirnya pada 2021 Desa Aan ditetapkan sebagai desa wisata ke-19 di Kabupaten Klungkung melalui SK Bupati,” ujarnya.
Dalam paket wisata yang ditawarkan, wisatawan bisa mengikuti rangkaian aktivitas yang cukup beragam, mulai dari yoga, malukat, trekking menuju area budidaya madu kele-kele, hingga belajar langsung membuat boreh Bali secara tradisional. Aktivitas ini dirancang agar wisatawan terlibat secara langsung dalam proses, bukan sekadar menjadi penonton.
Daya tarik maboreh sendiri berakar dari kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan kebiasaan memanfaatkan tanaman rempah dari kebun rumah atau ‘teba’.
15 Menit Ditinggal Ganti Ban di SPBU Rahayu, Tas Sopir Raib Digondol Maling
Dari kebiasaan sehari-hari itu, boreh menjadi bagian dari tradisi kesehatan yang digunakan sejak dulu oleh masyarakat desa. “Dulu orang tua sebelum berangkat ke sawah dan setelah pulang dari sawah selalu memakai boreh. Jadi ini warisan budaya leluhur yang kami coba lestarikan,” katanya.
Wisatawan juga diajak mengenal langsung tanaman rempah yang digunakan, mulai dari proses pembersihan bahan, penumbukan atau ‘nguyang’, hingga penggunaan boreh dengan minyak kelapa murni. Pengalaman ini menjadi salah satu pembeda utama karena menggabungkan unsur edukasi, budaya, dan kesehatan tradisional dalam satu kegiatan.
Selain wisata budaya, Desa Aan juga menawarkan konsep wisata berkelanjutan melalui aktivitas peduli lingkungan seperti bersih-bersih sampah, penanaman pohon di jalur air terjun, serta berbagai aktivitas ramah keluarga seperti river tubing, belajar tari Bali, membuat kuliner tradisional seperti laklak, hingga berkemah di alam terbuka.
Dari sisi kunjungan, rata-rata wisatawan yang datang tercatat sekitar 20 orang per hari, meski pengelola menyebut angka tersebut bisa lebih besar karena banyak wisatawan hanya singgah di beberapa titik tanpa mengambil paket wisata resmi.
Perut Membuncit, Ular Piton di Jembrana Diduga Baru Saja Mangsa Ayam Warga
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini mengatakan, Desa Wisata Aan tidak hanya menjual panorama alam, tetapi juga pengalaman menyeluruh yang menggabungkan alam, budaya hidup, kesehatan tradisional, dan partisipasi langsung wisatawan dalam aktivitas masyarakat lokal. “Desa Aan menjadi salah satu hidden gem yang rekomen banget untuk dikunjungi,” ungkapnya. (*)






