Hindari Macet Saat Pengerupukan Nyepi, Pemudik Serbu Pelabuhan Gilimanuk

Persindonesia.com Jembrana – Arus mudik di pelabuhan Gilimanuk meningkat secara signifikan yang dimulai dari hari Rabu (26/3/2025) hingga Kamis (27/3/2025) siang hari. Pemudik kebanyakan memilih melakukan perjalanan lebih awal sebelum hari Pengerupukan Nyepi ke kampung halamanya lantaran takut terjebak macet saat pengarakan ogoh-ogoh.

Pantauan awak media di Pelabuhan Gilimanuk, antrean kendaraan masih terlihat dari pagi sampai siang. Antrean kendaraan mulai dari kemarin hingga siang ini. Terlihat di terminal kargo Kelurahan Gilimanuk antrian masih terlihat. Sebelumnya pihak kepolisian juga telah menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memberlakuan buffer zone dan delaying system guna menghindari penumpukan kendaraan di pelabuhan.

Salah satu pemudik bernama Rahman 45 tahun asal Surabaya mengatakan, dirinya memilih mudik pada hari ini untuk menghindari perayaan pengerupukan Nyepi. “Saya memilih mudik hari ini untuk menghindari hari pengerupukan. Besok pasti macet karena banyak ada ogoh-ogoh dijalan, kalau besok pulang takutnya terlambat sampai di Pelabuhan Gilimanuk,” terangnya, Kamis (27/3/2025).

Melasti di Pantai Pangyangan, Bupati Kembang Tekankan Makna Spiritual dan Budaya

Sama halnya dengan Didit pemudik asal Malang mengatakan, dirinya juga melakukan mudik hari ini agar tidak ketemu dengan ogoh-ogoh yang akan berjejer di jalan raya saat pengerupukan Nyepi besok. “Saya mudik hari ini untuk menghindari kemacetan pada hari Pengerupukan Nyepi besok. Kalau besok pulang kemungkinan dari Denpasar sampai Jembrana akan macet pak. Takutnya saya terlambat nyebrang,” pungsanya.

Data dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mencatat dari hari Rabu (26/3/2025) hingga tadi pagi sekira pukul 08.00 wita pada Kamis (27/3/2025) tercatat penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan yang meninggalkan Pulau Bali sebanyak 78.581 orang. Untuk jumlah kendaraan roda dua dan roda empat pribadi yang meninggalkan Pulau Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 21.745 unit, kendaraan bus sebanyak 732 unit, sedangkan truk sebanyak 1.600 unit.

Sedangkan pada hari Selasa (25/3/2025) hingga tadi pagi sekitar pukul 08.00 wita pada Kamis (26/3/2025) jumlah penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan yang meninggalkan Pulau Bali hanya 68.754 orang, sedangkan jumlah kendaraan roda dua dan roda empat pribadi sebanyak 19.088 unit. Kendaraan bus sebanyak 668 unit sedangkan truk sebanyak 1.611 unit. Dari data tersebut ada peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang meninggalkan Bali pada Kamis (27/3/2025).

Duta Dawan Menangkan Lomba Ogoh Ogoh Antar Kecamatan se- Kabupaten Klungkung

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto, mengatakan, pihaknya terus bersiaga dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama di titik-titik rawan kepadatan seperti jalur masuk ke pelabuhan. “Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap mematuhi arahan petugas serta menjaga keselamatan dalam berkendara,” ujarnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *