Imbas Tragedi KMP Tunu, Kapal Dibatasi Beroperasi, Antrean Mengular di Pelabuhan

Persindonesia.com Banyuwangi – Akibat adanya tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya bebebrapa waktu yang hingga kita Tim Sar gabungan masih melakukan pencarian korban, Sejumlah kapal bekas LCT di Pelabuhan Ketapang diinfeksi dan di-grounded untuk dicek kelayakan berlayar sebagian tidak dioperasikanmenyebakan terjadinya antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mencapai lebih dari 20 kilometer

General Manager PT ASDP Cabang Ketapang, Yannes Kurniawan, dalam jumpa pers mengatakan, berkurangnya jumlah kapal disebabkan oleh proses inspeksi dan perbaikan yang masih berlangsung. “Proses ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari regulator untuk memastikan keamanan dan keselamatan pelayaran,” ujarnya, Rabu (16/7).

Menurutnya, untuk mengatasi antrean yang mengular, ASDP dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) telah sepakat untuk memberikan dispensasi terbatas kepada beberapa kapal eks LCT. Kapal-kapal ini sebelumnya sempat ditunda operasionalnya, namun kini diizinkan untuk kembali beroperasi dengan beberapa ketentuan ketat.

Setelah Hampir 10 Jam Kandas, KMP Agung Samudera XVIII Berhasil Dievakuasi

“Kapal-kapal yang diizinkan berlayar sementara ini hanya yang memiliki catatan kedinasan sosial,” katanya. Beberapa kapal yang mendapatkan dispensasi antara lain KMP Agung Samudra IX, KMP Jambonan, KM Liputan 9, dan KM Samudra Utama.

Ia mengungkapkan, kapal-kapal yang mendapatkan dispensasi ini harus mematuhi aturan muatan yang ketat. Kapasitas muatan yang diizinkan hanya maksimal 75% dari kapasitas normal. Selain itu, mereka dilarang membawa penumpang dan kendaraan kecil.

“Kami memastikan setiap kendaraan yang akan menyeberang telah melalui proses penimbangan dan pengaturan muatan. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan pelayaran,” tegasnya.

Keterbatasan Kapal Karena Tak Layak Jalan, Antrean Panjang Terjadi di Pelabuhan Gilimanuk

Yannes menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa. Ia memastikan ASDP terus melakukan koordinasi intensif dengan KSOP dan pihak terkait untuk mempercepat normalisasi layanan.

“Keselamatan dan keamanan pelayaran tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan operasional,” tambahnya.

Sebagai penutup, pihaknya menghimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengguna juga disarankan untuk memantau informasi resmi melalui kanal-kanal resmi ASDP. Bw

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *