Persindonesia.com Jembrana – Misteri hilangnya I Gusti Putu Sugiarta, nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, berakhir duka. Setelah empat hari dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah perairan Banyuwangi.
Jenazah Sugiarta sempat dimakamkan di pinggir pantai oleh nelayan yang menemukan tubuh korban. Namun, proses penemuan hingga pemakaman tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan bagi pihak keluarga.
Keluarga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan terkait kronologi hilangnya korban, lokasi kejadian, hingga proses penemuan dan pemakaman jenazah.
Sugiarta sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pekutatan, Jembrana. Saat kejadian, korban berada dalam satu perahu bersama dua rekannya, Samsul Hadi dan Neri Mutakin.
Wisatawan Asing Asal Inggris Meregang Nyawa Usai Tenggelam di Pantai Crystal Bay
Perahu yang mereka tumpangi diduga menabrak kayu di tengah laut. Akibat kejadian tersebut, Sugiarta dilaporkan terjatuh dan tenggelam, sementara dua rekannya berhasil menyelamatkan diri.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian melalui penyisiran wilayah laut dan darat untuk menemukan korban.
Setelah beberapa hari pencarian, jenazah Sugiarta akhirnya ditemukan oleh seorang nelayan asal Madura. Karena kondisi dan situasi saat itu, jenazah korban kemudian dimakamkan sementara di pinggir pantai wilayah Banyuwangi.
Informasi mengenai penemuan dan pemakaman tersebut kemudian diketahui pihak keluarga. Keluarga selanjutnya menuju lokasi menggunakan perahu untuk menggali kembali makam korban dan membawa jenazah Sugiarta ke Bali.
Akibat Konsleting Arus Listrik, Si Jago Merah Lahap Gudang Rumah Sakit BMC Bangli
Istri korban, Soraya, mengaku masih mempertanyakan sejumlah hal terkait peristiwa yang menimpa suaminya tersebut.
“Terakhir komunikasi hari Rabu (9 September 2026) pukul 06.41 WITA. Kejadiannya Rabu siang, tetapi kru kapal baru melaporkan Kamis siang tanpa memberi tahu keluarga terlebih dahulu,” ujar Soraya saat ditemui di rumah duka.
Menurut Soraya, terdapat perbedaan informasi mengenai lokasi kejadian. Ia menyebut kejadian sebenarnya berlangsung di perairan Senggrong, Banyuwangi, namun laporan awal menyebut kecelakaan terjadi di perairan Pulukan.
Soraya juga mempertanyakan informasi mengenai keterlibatan dua rekan korban dalam proses setelah jenazah ditemukan.
Pimpin Groundbreking Pembangunan Pasar Mentigi Senilai Rp 99 Miliar, Bupati Satria Tegaskan Ini
“Penelpon bilang kalau mau tahu lokasi penguburan suami, bisa tanya ke dua teman yang selamat. Katanya dua orang yang selamat itu ikut dalam proses penguburan,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh informasi mengenai kejadian tersebut dapat diungkap secara terang agar tidak menimbulkan tanda tanya bagi keluarga. “Harapan saya yang terbaik, untuk memperjuangkan hak suami saya karena ini masalah nyawa,” tegasnya, Minggu (13/9/2026).
Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, membenarkan bahwa korban telah ditemukan setelah operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan.
“Pencarian hari keempat nelayan yang hilang sudah kita lakukan bersama tim SAR gabungan. Sampai saat ini memang korban ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan ke pantai Pengambengan,” ujarnya.
Pencurian Sepeda Motor di Depan Kantor GATSA Surabaya Digagalkan, Seorang Pria Diamankan
Jenazah I Gusti Putu Sugiarta selanjutnya dititipkan di Kamar Jenazah RSUD Negara.
Pihak keluarga menyatakan akan melaporkan sejumlah informasi dan dugaan kejanggalan yang mereka temukan kepada Polres Jembrana. Langkah tersebut dilakukan agar rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia dapat diusut secara tuntas dan transparan. Ts





