Jelang Pengerupukan, Pemudik Terancam Berangkat Tanpa Kendaraan dari Gilimanuk

Persindonesia.com Jembrana – Keterlambatan penyeberangan kendaraan, khususnya truk, berpotensi terjadi di Pelabuhan Gilimanuk menjelang Hari Pengerupukan Nyepi. Kondisi ini dipicu meningkatnya arus mudik serta aktivitas masyarakat yang dapat menghambat kelancaran lalu lintas. Dalam situasi tertentu, pemudik bahkan dimungkinkan diberangkatkan tanpa kendaraan, atau terpaksa menginap di kawasan Gilimanuk.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kendaraan yang berisiko tertahan akibat keterbatasan kapasitas penyeberangan. Terminal Kargo yang sebelumnya digunakan untuk kendaraan roda empat kini difokuskan sepenuhnya sebagai penampungan truk.

“Awalnya Terminal Kargo digunakan untuk kendaraan roda empat. Namun kemudian kami modifikasi menjadi sebagian untuk truk dan sebagian untuk kendaraan kecil. Hari ini, kami terapkan penuh untuk truk guna mempercepat pergerakan kendaraan penumpang,” ujarnya, Selasa (17/3)

Skema Baru Diterpakan, Truk Dikandangkan, Antrean 25 Km di Gilimanuk Menyusut

Selain itu, penampungan truk juga diperluas ke Terminal Pelabuhan Gilimanuk dan area Waterbee. Meski demikian, pemberangkatan truk dilakukan secara bertahap karena kendaraan penumpang tetap menjadi prioritas utama penyeberangan.

Hingga pukul 14.00 WITA, antrean kendaraan terpantau mencapai wilayah Sumbersari dengan panjang sekitar 9,9 kilometer. Kondisi ini mulai berangsur terurai, namun potensi penumpukan masih tinggi seiring mendekatnya rangkaian Pengerupukan.

Polisi mengimbau para pemudik dan pengemudi truk untuk tetap tertib serta tidak mengambil jalur secara sembarangan. Pengendara yang mengalami kelelahan juga diminta beristirahat di lokasi yang telah disediakan demi menjaga keselamatan selama perjalanan.

Pastikan Stok Aman, Wabup Badung Sidak Sentra Pangan Jelang Nyepi dan Idul Fitri

Dalam skenario darurat, kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak ASDP terkait kemungkinan penyeberangan penumpang tanpa kendaraan. Jika antrean semakin padat, fasilitas penunjang seperti penginapan, konsumsi, hingga dapur umum akan disiapkan.

Sementara itu, pengusaha angkutan barang diimbau menunda keberangkatan kendaraan dari luar wilayah Gilimanuk, khususnya dari Denpasar. Hal ini mengingat aktivitas Pengerupukan, seperti Tawur Agung Kesanga dan pawai ogoh-ogoh, berpotensi memperlambat arus lalu lintas.

“Kami mohon pengertian para pengusaha untuk lebih bijak dalam mengatur operasional kendaraan. Penggunaan jalan besok tidak akan seoptimal hari ini,” pungkasnya. Ts

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *