Foto saat Pelantikan DPD FORGAS Bali
Denpasar, Persindonesia.com, 3 April 2026 — Dewan Pimpinan Daerah Forum Gerakan Adat Senusantara (DPD FORGAS) Provinsi Bali akan menggelar seminar nasional bertajuk “Mewali Ring Uluning Kertha” pada Jumat pagi (3/4/2026) di Gedung Ksirarnawa, kawasan Art Center Denpasar.
Kegiatan ini mengangkat tema besar “Strategi Penguatan Dresta Bali dalam Mencegah dan Menangkal Intervensi Sampradaya Asing Ideologi Trans Nasional”, sebagai respons terhadap tantangan global yang dinilai berpotensi mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Hindu, khususnya di Bali.
Berdasarkan data yang diperoleh media ini, seminar ini bertujuan menjadi ruang edukasi sekaligus konsolidasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai adat dan ajaran Hindu Dresta Bali. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur organisasi penghayat kepercayaan, tokoh adat, akademisi, serta pemerintah.
Acara akan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan persiapan panitia dan pemutaran video profil FORGAS. Registrasi peserta dijadwalkan pukul 07.40 WITA, dilanjutkan dengan pembukaan resmi pada pukul 08.20 WITA yang akan diisi dengan tari penyambutan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pembacaan teks Pancasila.
Sejumlah narasumber nasional dan daerah dijadwalkan hadir memberikan materi strategis, di antaranya Sjafrie Sjamsoeddin yang akan membahas bela negara dalam konteks ancaman non-militer dari infiltrasi ideologi transnasional, Nasaruddin Umar yang mengangkat pentingnya penguatan mental ideologi generasi muda Hindu melalui pendidikan, I Ketut Seregig yang menyoroti pemahaman tiga kerangka dasar agama Hindu sebagai benteng utama, serta tokoh adat dan budaya Bali seperti Gde Mahardika yang membahas penguatan adat di tengah arus globalisasi.
Selain itu, materi juga akan menyoroti peran desa adat sebagai benteng budaya, termasuk pemanfaatan teknologi dan media sosial dalam menangkal penyebaran ideologi transnasional yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai lokal Bali.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur Bali agar tetap lestari di tengah dinamika global.
Seminar ini juga menyediakan opsi kehadiran secara daring melalui Zoom guna menjangkau peserta yang lebih luas. Seluruh peserta yang hadir secara langsung diharapkan mengenakan pakaian adat Bali madya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FORGAS Bali berharap dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ketahanan budaya dan spiritual Bali, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah tantangan ideologi global yang terus berkembang.
Ketua DPD FORGAS Bali, Kadek Arya Bagiastra, dalam pernyataan singkatnya menyampaikan bahwa tema “Mewali Ring Uluning Kertha” merupakan langkah strategis dalam memperkuat jati diri masyarakat Bali.
“Melalui ‘Mewali Ring Uluning Kertha’, untuk kembali pada nilai-nilai luhur Dresta Bali sebagai strategi dalam menangkal pengaruh sampradaya asing dan ideologi transnasional yang tidak sejalan dengan kearifan lokal,” tegasnya.
DPD FORGAS (Forum Gerakan Adat Se-Nusantara) Bali sendiri merupakan organisasi yang fokus pada pelestarian adat dan budaya Bali, serta menjaga peran desa adat sebagai benteng budaya Bali.

Kepemimpinan: Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H., M.M. adalah ketua yang aktif menyuarakan penguatan toleransi dan menjaga tradisi Bali, termasuk peran perarem desa adat sebagai benteng budaya.
Visi & Misi: Fokus organisasi adalah mendukung paslon yang memiliki komitmen kuat untuk melestarikan adat Bali dan mempersatukan visi-misi kebangsaan.
Aktivitas: Pada Februari 2024, pengurus FORGAS Provinsi Bali masa bakti 2024-2029 telah resmi dilantik.
@Red*






