Klungkung,PersIndonesia.Com- Gudang rongsokan milik Haji Sarifin yang berlokasi di Jalan Raya Gegel Jumpai, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung ludes terbakar pada dini hari, Sabtu, 22 Februari 2025.
Berdasarkan informasi yang terhimpun dilapangan menyebutkan kebakaran yang melanda gudang rongsokan tersebut dapat diatasi kurang lebih 3 jam oleh 10 unit Damkar Klungkung bersama Damkar Gianyar.
Baca Juga : Kerugian Ditaksir Capai 5 Juta, Motor Mio Warga Klungkung Terbakar Usai Isi BBM
Kasi Humas Polres Klungkung, AKP Agus Widiono saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran gudang rongsokan tersebut. Dijelaskannya setelah menerima informasi gudangnya terbakar pukul 00.30 Wita, kemudian H Safirin menyuruh Ubaedilah (red-anaknya) mengecek langsung ke gudang.
Sesampai digudang Ubaedilah sudah mendapati gudang milik bapaknya telah terbakar dan pintu gerbang dalam keadaan terkunci gembok. “Selanjutnya Ubaedilah dengan bantuan warga sekitar berusaha memadamkan api, sembari menunggu datangnya petugas Damkar Klungkung”, terang Kasi Humas.
Berselang beberapa saat kemudian tiba petugas Pemdam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Klungkung berupaya melakukan pemadaman kobaran api yang disusul oleh Damkar Kabupaten Gianyar.
Dan setelah melakukan upaya dengan mengerahkan 10 unit mobil Damkar, berangsur angsur api bisa dipadamkan. “Api dapat dipadamkan kurang lebih selama 3 jam”, jelas Kasi Humas Polres Klungkung.
Baca Juga : Pernah Jadi Korban Kebakaran, Motor Scoopy Lukman Dibawa Kabur Temannya
Lebih lanjut Kata AKP Widiono, dalam menjaga situasi Kamtibmas baik saat kegiatan pemadaman dan pasca pemadaman petugas Kepolisian dari Polsek dan Polres Klungkung bersama tim identifikasi Polres Klungkung serta Bhabinkamtibmas Desa Kampung Gelgel terjun ke lokasi kebakaran.
Dalam peristiwa kebakaran gudang rongsokan tersebut mengakibatkan seorang tukang jahit yang tinggal di gudang bernama Nurianto meninggal dunia. Sementara untuk kerugian material diperkirakan mencapai Rp. 100 Juta. “Untuk penyebab kebakaran, hingga saat ini masih belum diketahui. Dan petugas saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pendalaman keterangan saksi-saksi”, pungkasnya. (DB)






