Ketum PIPAS Resmikan Sarana Asimilasi Edukasi dan Pelatihan di Lapastik Bangli

BANGLI-PersIndonesia.Com- Sarana Asimilasi Edukasi dan Pelatihan Bamba pada Lapas Narkotika (Lapastik) II Bangli diresmikan oleh Ketua Umum Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (Ketum PIPAS), Ny. Anna Reynhard, pada hari Selasa, (05/3/2024).

Baca Juga: Raja Kerajaan Konoha, Religius Namun Doyan Korupsi

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali I Putu Murdiana, Ketua PIPAS Daerah Bali Rini Putu, Kepala Lapastik Bangli, Maureley Simbolan, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) se Wilayah Bali, Pengurus PIPAS Daerah Bali, para WBP dan undangan terkait lainnya.

Ny. Anna Reynhard menyampaikan peresmian sarana Asimilasi Edukasi dan Pelatihan Kerja Bamba merupakan salah satu upaya dalam penyediaan berbagai bentuk program pembinaan yang dilakukan oleh Lapastik kelas IIA Bangli. Kata Bamba sendiri berasal dari Bambu Bangli. Kalau bambu ini kan kita semua tahu bonggol batangnya sangat kokoh, menandakan penyelenggaraan kegiatan pembinaan di Lapas ini berlandaskan Dasar Hukum yang kuat, sehingga pelaksanaannya memiliki Payung Hukum dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya Penegakan Hukum yang dilakukan oleh Pemasyarakatan. Bonggolnya batang bambu yang cenderung kuat dan tegak lurus, ini menandakan Bamba punya Komitmen dan Konsisten terhadap pencapaian tujuan program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) khususnya, dan pemasyarakatan pada umumnya.

Selain itu pohon Bambu juga mampu hidup dimanapun berada, memiliki makna Adaptif dan fleksibel. Tentu besar harapan saya, kedepan tempat ini akan berkembang, ditandai dengan semakin banyak jenis program kegiatan yang diselenggarakan, seperti yang terlihat tadi yaitu Laundry, Tata Boga dan Sablon yang menjadi kegiatan pembinaan unggulan di Lapas ini. “Tidak hanya melatih, namun dapat menjadi tempat yang memberikan WBP penghasilan bahkan menjadi program berkelanjutan pada saat bebas nanti. “Dan ini dapat dikolaborasikan dengan Griya Abhipraya”, terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, tadi bersama-sama kita telah melakukan panen perdana Asparagus, yang juga menjadi kegiatan andalan di Lapas ini. Dimana budidaya Asparagus ini sangat langka dilakukan di Lapas/Rutan, bahkan hal ini mungkin untuk pertama kali di Lapas/Rutan seluruh Indonesia yang melakukan budidaya sayuran Asparagus. Dan semoga ini menjadi Motivasi untuk terus meningkatkan hasil Asparagus, serta menjadi pemicu bagi Lapas/Rutan di wilayah Bali lainnya untuk mulai berproduktifitas melalui kegiatan pembinaan yang dapat menjadi unggulan. “Juga sekaligus mampu mengangkat kearifan lokal daerah untuk mendukung pelestarian budaya setempat”, ujar Ketum PIPAS.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Murdiana mengungkapkan Lapastik Bangli selain memiliki program pembinaan unggulan bagi WBP, Lapas ini juga selalu terpilih menjadi satu Icon terdepan dalam kegiatan Pemasyarakatan baik lokal maupun Nasional.

Disamping itu dalam pembangunan Zona Integritas Lapastik Bangli telah meraih Wilayah Bebas Korupsi (WBK), terbaik sebagai UPT secara Nasional dan pelaksanaan rehab terbaik juga diperoleh. “Ini tentunya menjadi salah satu keunggulan Lapastik Bangli menjadi terdepan”, ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Sedana Arta Buka Pelatihan GTA dan DEA di Kabupaten Bangli

Sementara Kepala Lapastik Bangli, Maurely Simbolan mengatakan, kegiatan pembinaan kemendirian bagi WBP merupakan fungsi dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dan seluruh sarana Asimilasi dan pelatihan ini merupakan hasil dari kegiatan-kegiatan pembinaan yang dilakukan. “Ini tentunya menunjukan program pembinaan kemandirian telah berjalan dengan baik, dan menjadi bekal pengetahuan juga bagi WBP”, tegasnya.(DB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *