Bimtek “Penguatan Peran Keluarga dalam Mewujudkan Role Model Integritas”
Asahan Persindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas di Kabupaten Asahan, Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya antikorupsi melalui peran keluarga aparatur pemerintah.
Bimtek mengangkat tema “Penguatan Peran Keluarga dalam Mewujudkan Role Model Integritas” dan diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Asahan beserta pasangan masing-masing. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, Wakil Bupati Rianto, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, jajaran OPD, serta tim pendamping dari KPK RI.
Dalam sambutannya, Bupati Taufik menegaskan, keluarga memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter dan menjaga integritas seorang aparatur sipil negara. Menurutnya, lingkungan keluarga dapat menjadi benteng awal dalam mencegah perilaku koruptif. “Peran keluarga sangat penting dalam memberikan dukungan moral dan membangun sikap tanggung jawab aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintah di Kabupaten Asahan untuk menjadikan nilai kejujuran dan kesederhanaan sebagai budaya yang diterapkan mulai dari lingkungan rumah tangga.
Sementara itu, narasumber dari KPK RI, Rommy Iman Sulaiman, menjelaskan bahwa upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai integritas sejak dalam keluarga.
Menurutnya, keluarga menjadi tempat pertama dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan pengendalian diri yang nantinya berpengaruh terhadap perilaku seseorang di lingkungan kerja maupun masyarakat. “Budaya integritas harus dibangun dari rumah agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kabupaten/Kota Percontohan Anti Korupsi Tahun 2026 yang dijalankan KPK RI. Melalui program tersebut, KPK berharap tercipta keluarga-keluarga aparatur yang mampu menjadi teladan integritas sekaligus memperkuat komitmen pemberantasan korupsi di daerah.
(Sri Ada)






