PERSINDONESIA.COM – Sebanyak 175 pejabat yang terdiri dari pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar dilantik Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, bertempat di Taman Maheswara, halaman belakang Kantor Bupati Gianyar, Jumat (28/8/2026).
Adapun beberapa pejabat yang dilantik seperti, Kadek Wira Kesuma Negara sebagai Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan dan Kerjasama pada Setda Gianyar. I Kadek Arnata sebagai Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Gianyar. I Made Darma Darsitha sebagai Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam. I Wayan Prayana Kabag Administrasi Pembangunan. I Wayan Sumerta sebagai Kabag Umum. Made Sukania Dwiyani Prajnya Paramita Kabag Organisasi, serta beberapa pejabat lainnya.
Baca Juga : Cegah Kecurangan, Tera Ulang Timbangan Bidik Pedagang di Pasar Kayuambua
Dalam arahannya, Bupati Mahayastra memberikan penekanan khusus terkait integritas dan kepatuhan terhadap hukum. Diharapkan 175 pejabat yang dilantik mampu memperkuat kinerja birokrasi, bekerja secara profesional, menjaga integritas dan menjadi bagian penting dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Gianyar.
Selain itu, diharapkan seluruh pejabat tidak menjalankan perintah yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Jangan pernah menerima perintah yang melanggar hukum, karena siapapun tidak mau bertanggung jawab. Lakukanlah pekerjaan sesuai tugas dan aturan yang ada. Jangan melanggar,” ujarnya.
Bupati Mahayastra menegaskan bahwa setiap pejabat yang dilantik memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan pembangu nan di Kabupaten Gianyar. Menurutnya, pelantikan pejabat menjadi bagian dari upaya penyegaran dan penguatan birokrasi Pemkab Gianyar. Berbagai lompatan pembangunan yang telah dicapai Gianyar tidak akan mungkin terwujud tanpa dukungan birokrasi yang handal.
Karena itu, pejabat dituntut mampu menerjemahkan setiap program dan kebijakan pimpinan secara detail, terukur dan disiplin. “Seberapa bagus pun program Bupati kalau birokrasi tidak detail dalam melaksanakannya, itu tidak akan bisa berjalan. Saudara sebenarnya adalah ujung tombak pembangunan Gianyar,” tegasnya.
Bupati Mahayastra juga mengingatkan pentingnya setiap perangkat daerah memiliki mekanisme kerja dan kertas kerja yang jelas. Hal tersebut diperlukan agar setiap pekerjaan dapat dipantau, mulai dari apa yang sudah dikerjakan, bagian mana yang mengalami keterlambatan, hingga siapa yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjutinya.
Ia juga menekankan agar jajaran birokrasi membangun budaya kerja yang berorientasi pada penyelesaian pekerjaan. Arahan pimpinan harus diterjemahkan dalam pelaksanaan program yang mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan dan APBD.
Dalam pelaksanaan tugas, koordinasi juga menjadi hal penting. Apabila terdapat kebijakan yang belum jelas atau membutuhkan penafsiran, pejabat diminta menyelesaikannya melalui koordinasi secara berjenjang. “Kalau saudara jadi kasi, koordinasi dengan kabid. Kalau jadi kabid, dengan kepala dinas. Kalau kepala dinas juga belum mengerti, koordinasi kan dengan asisten, dan terakhir sampai di meja saya,” katanya.
Baca Juga : Pemkab Gianyar Perkuat Koordinasi Penilaian KKPR, Kantor Pertanahan Tekankan Sinergi Antar Instansi
Proses mutasi dan penempatan pejabat dilakukan dengan pertimbangan profesional. Ia berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah baru dapat menerima dan menjalankannya dengan penuh keyakinan, perjuangan serta pengabdian.
Semoga ini menjadi pilihan terbaik. Dan jangan sampai jabatan dijadikan kesempatan untuk mencari sumber penghasilan di luar hak yang telah ditetapkan secara resmi. “Jangan pernah berpikir ada sumber lain selain gaji dan TPP,” tandasnya.(*)






