Lintas komunitas mengabadikan kebersamaan usai perform Ramadhan Budaya
Surabaya, Persindonesia.com — Kawasan Kota Lama Surabaya dipadati lautan manusia saat Paguyuban Reyog se-Surabaya menggelar pagelaran seni budaya bertajuk “Ramadhan Budaya”, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya menampilkan hiburan budaya, tetapi juga dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan 1447 H.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga dari berbagai penjuru Surabaya berbondong-bondong datang untuk menyaksikan pertunjukan seni Reyog yang berasal dari Ponorogo, salah satu warisan budaya khas Jawa Timur yang sarat nilai tradisi dan kebersamaan.
Acara ini juga dihadiri tamu undangan dari sejumlah daerah di Jawa Timur, di antaranya Mojokerto, Malang, Gresik, Kediri, Madiun, dan Ponorogo. Kehadiran para komunitas seni dari berbagai daerah tersebut semakin menambah semarak acara sekaligus mempererat jaringan persaudaraan antar paguyuban Reyog.
Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan ini berjalan meriah dan sukses berkat kerja keras panitia serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komunitas BOREG SURAN (Bolo Reyog Suroboyo Pinggiran) yang turut berperan aktif dalam penyelenggaraan acara.
Ketua Paguyuban Reyog Singo Angumboro Joyo, Mbah Bukhori, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta rekan-rekan komunitas yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Melalui kegiatan Ramadhan Budaya ini, kami berharap seni Reyog tetap lestari sekaligus menjadi sarana untuk berbagi, mempererat persaudaraan, dan menyambung tali silaturahmi, khususnya di bulan suci Ramadhan,” ujarnya saat ditemui wartawan.
Melalui kegiatan ini, Paguyuban Reyog se-Surabaya berharap semangat pelestarian budaya dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan budaya.(Red-wied)






