LPEI Ajak Pengusaha Perempuan Indonesia Berkontribusi Perekonomian Nasional

Pelaku Usaha Perempuan di Indonesia Diminta Jadi Eksportir yang Berdaya Saing Internasional

Persindonesia.com Badung – Kementerian Keuangan (kemenkeu) RI bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbankdan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mengajak pelaku usaha perempuan Indonesia untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional yang berdaya saing global. Guna mensukseskan hal itu. LPEI pun bersama kementrian keuangan melaksanakan talkshow dengan tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”.

Pada siaran pers LPEI Senin 26 Desember 2022, kegiatan talkshow sudah dilaksanakan beberapa hari yang lalu di Murakabi Craft, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain talkshow, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan adanya booth expo layanan UMKM Kemenkeu Satu yang menyiapkan berbagai narasumber bagi para pengunjung untuk

menanyakan kiat-kiat usaha, potensi negara tujuan.

“Dalam kegiatan ini LPEI menghadirkan para narasumber yang berasal dari Kantor Cabang LPEI Surakarta dan 10 pelaku usaha mayoritas di

sektor furnitur yang berasal dari debitur UMKM berorientasi ekspor dan mitra binaan Jasa

Konsultasi,” kata Kepala Kantor Cabang LPEI Surakarta, Irwan Prasetiyawan.

Prasetiyawan yang juga menjadi narasumber pada talkshow itu mengakui bahwa LPEI sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI memiliki mandat yang diatur dalam Undang-undang No 2 Tahun 2009 untuk mendorong ekspor nasional melalui Pembiayaan, Penjaminan, Asuransi, dan Jasa Konsultasi untuk mendukung para pelaku usaha berorientasi ekspor tak terkecuali para pelaku UMKM.

“Penguatan kompetensi dan kapasitas para pelaku UMKM terus dilakukan dan tingkatkan baik dari sisi pembiayaan antara lain fasilitas Penugasan Khusus Ekspor (PKE) UKM maupun pendampingan dengan program unggulan, seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE) dan Desa Devisa,” ujar Irwan

Tercatat sejak tahun 2019 hingga November 2022, LPEI telah berhasil meningkatkan jumlah eksportir baru secara signifikan yang mencapai 468% dari 38 eksportir menjadi 216 eksportir. Selain itu hingga November 2022 total pembiayaan PKE UKM mencapai lebih dari Rp 3,69 triliun yang terdiri dari 133 debitur di sektor furnitur, makanan olahan, produk tekstil jadi, peralatan elektronik, produk karet lainnya, bahan kayu, dan lain-lain.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM yang ingin meningkatkan

kapasitas dan kompetensinya. Mengikuti sesi talkshow dan business forum serta berkonsultasi dengan LPEI melalui booth Coaching Clinic. Kita berharap kegiatan ini juga memberikan wawasan serta akses informasi yang berguna untuk mengembangkan bisnis kedepan,” ucap Irwan

Sementara Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan. Menurutnya negara hadir melalui berbagai instrumen keuangan maupun berbagai institusi yang diberikan penugasan khusus oleh Pemerintah.

“Kementrian memberikan tugas khusus kepada LPEI untuk mendorong ekspor nasional serta coaching program kepada para pelaku UMKM terutama para pelaku usaha perempuan,” ucapnya.

Sri Mulyani Indrawati berharap dengan coaching program yang diberikan kepada eksportir perempuan, akan makin memperluas basis daya saing Indonesia dalam rangka menembus pasar global baik melalui akses pembiayaan maupun pendampingan oleh LPEI.

Kementrian Keuangan RI bersama LPEI saat melaksanakan talkshow di daerah Yogyakarta beberapa hari lalu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *