Persindonesia.com Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DLH Perkim) terus bergerak aktif menangani persoalan sampah, khususnya sampah yang mencemari aliran sungai dan lingkungan sekitar. Rendahnya kesadaran sebagian masyarakat maupun pelaku usaha dalam mengelola sampah rumah tangga dan sampah usaha masih menjadi tantangan utama yang terus ditangani secara intensif.
Sebagai langkah nyata, DLH Perkim Jembrana menggelar Program Kali Bersih (Prokasih) dengan membersihkan aliran sungai dan mengangkut sampah liar yang dibuang sembarangan. Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Limbah B3, dan Kebersihan bersama Tim Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) serta petugas armada truk sampah.
Kepala DLH Perkim Jembrana, I Wayan Putra Mahardika, didampingi Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Limbah B3, dan Kebersihan, I Gede Arya Widhyartha, Kamis (23/7), mengatakan pelayanan pengangkutan dan pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan sehingga belum sepenuhnya optimal, terutama dari sisi pengawasan.
Dua Kali Jadi Kurir Narkoba, Nelayan Bodong Ditangkap TNI AL Saat Selundupkan Sabu dari Malaysia
Meski demikian, menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
“Kami menyadari pelayanan pemerintah belum sepenuhnya optimal. Namun, perlu ada pemahaman bersama bahwa sampah yang kita hasilkan setiap hari sebenarnya dapat dikelola dan dipilah secara bijak sejak dari sumbernya. Jika dipilah dari rumah, beban pengelolaan di hilir maupun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) akan berkurang secara signifikan,” ujar Putra Mahardika.
Untuk menghadirkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan, DLH Perkim Jembrana tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis melalui penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ipat Melepas SSB Star Kencana ke Kerti Bali Soccer IV: Tunjukkan Mental Juara
Salah satunya adalah menjalin kemitraan dengan seluruh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola sampah yang tersebar di wilayah Kabupaten Jembrana.
Selain itu, DLH Perkim juga akan menerapkan sistem pengangkutan sampah berjadwal berbasis pemilahan.
“Dalam sistem ini, armada pengangkut hanya akan mengambil sampah yang telah dipisahkan antara sampah organik dan anorganik sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Hadapi Gugatan Perdata Empat Media, SMSI Bali Keluarkan Manifesto Kebebasan Pers
Melalui berbagai langkah proaktif dan kolaboratif tersebut, Pemkab Jembrana mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai, serta membiasakan memilah sampah sejak dari rumah sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Jembrana. HJ






