Persindonesia.com Jembrana – Tidak ada kapoknya kesekian kalinya anak punk masuk Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk dengan menaiki truk berhasil diamankan pihak kepolisian dan Staf Kelurahan Gilimanuk. kali ini anak punk tersebut yang berjumlah keseluruhan 11 orang berkeliaran di Kelurahan Gilimanuk setelah diturunkan paksa oleh sopir truk di dekat Pasar Gilimanuk.
Diketahui anak punk tersebut setelah di periksa tidak membawa identitas, bahkan mereka tidak membawa uang sama sekali. Akibatnya mereka malak di 2 tempat di Kelurahan Gilimanuk diantaranya pertama di mini market, mereka hanya mengambil minuman dan makanan tanpa membayar. Selanjutnya mereka melakukan aksi malak di pertamina, orang yang lewat untuk membeli BBM dimintai uang secara paksa.
LPPKI JAWA BARAT: Rekening Nasabah Mandiri Di Blokir, Konsumen Merasa Di Rampok.
Lurah Gilimanuk Ida Bagus Toni Wirahadikusuma saat dikonfirmasi awak media via telephone membenarkan kejadian tersebut, ia mengatakan pihaknya berhasil mengamankan 11 orang anak punk yang berasal dari Indramayu, mereka berkeliaran di Kelurahan Gilimanuk setelah diturunkan paksa oleh sopir truk. Dikarenakan tidak membawa uang mereka malak di mini market dan pertamina.
“Awalnya sekira pukul 20.30 wita tadi malam kita mendapatkan info dari warga ada anak punk sebanyak 3 orang. Setelah dilakukan pembinaan ketiga anak punk tersebut sekira pukul 22.30 wita kita kembalikan ke daerah asalnya. Besoknya sekira pukul 08.00 wita kembali kita mendapatkan info dari warga ada 7 orang sedang malak di mini market dan di pertamina, kbersama pak Babinkamtibmas kita lokasi dan mengamankan 7 orang tersebut,” terangnya.
Warga Air Kuning Rayakan Tasyakuran Petik Laut Dirangkai Lomba Jukung
Saat diintrogasi, lanjut Toni, mereka mengaku terpaksa malak dikarenakan tidak membawa uang. Mereka juga tidak dilengkapi identitas. “Mereka juga mengaku sampai ke Bali di Jawa sempat mengamen, uangnya untuk membeli tiket kapal ke Bali. Sampai di kapal mereka nekat naik truk tanpa sepengetahuan sopir truk. Sampai di depan Pasar Gilimanuk anak punk tersebut dipaksa turun oleh sopir truk,” bebernya.
Dikarenakan dipaksa turun oleh sopir truk, mereka berkeliaran di Gilimanuk, mereka malak di mini market mengambil makanan dan minuman tanpa membayar. “Selanjutnya mereka juga malak di pertamina, warga yang lewat di stop dan di paksa dimintai uang, akibatnya aksinya tersebut warga langsung melapor kepada kita, bahwa ada anak punk sedang malak di mini market dan pertamina,” jelasnya.
Steatment Senator Paulin Hanson Konyol & Lucu Tapi Secara Positif Kita Perlu Evaluasi.
Lebih jelasnya Toni mengatakan, setelah dilakukan pembinaan sekitar pukul 10.00 wita ketujuh anak punk dibawa ke POS KTP Pelabuhan Gilimanuk. setelah berkordinasi dengan ASDP mereka langsung diantar sampai naik kapal menuju Jawa. “Dari bulan Juli kita sudah 4 kali mengembalikan anak punk kedaerah asalnya, alas an mereka berlibur ke Bali,” tutupnya. Vlo






