Denpasar, persindonesia.com – Suasana tegang namun menyenangkan menyelimuti, Puluhan pecinta catur dari kategori junior hingga senior berlomba ketat dalam turnamen yang digelar di kedai kopi kekinian ini. Para pengurus PERCASI Kota Denpasar turut hadir, menyaksikan duel strategi yang bikin penonton terpaku, ramai pengunjung, tapi hening seperti perpustakaan. Turnamen ini tak hanya uji kecerdasan, tapi juga jadi ajang silaturahmi komunitas catur Denpasar. Dilaksanakan di Ontario Social Coffee Jl. Hayam Wuruk No. 214 Denpasar, Sabtu (2/5/2026).
Turnamen catur bergengsi ini diikuti oleh 30 peserta handal dari kalangan junior dan senior asli Kota Denpasar, menjadikannya ajang prestisius yang difokuskan pada pengembangan talenta lokal. Format rapid chess dengan waktu 10+5, tekanan tinggi membuat setiap ronde menjadi pertarungan strategi yang mendebarkan, disaksikan oleh puluhan penonton dan pecatur senior.
I Gusti Agung Wisnu Putra, ketua panitia, dalam konferensi pers singkat usai penutupan, menyampaikan kegembiraannya. “Ajang ini diikuti 30 peserta junior dan senior khusus Denpasar, di mana kita ingin memancing munculnya bibit-bibit pecatur handal dari Denpasar. Dan kami sebagai panitia sangat berterima kasih atas kehadiran para pengurus catur Denpasar yang mensupport giat ini hingga berjalan lancar tanpa kendala,” ungkap Wisnu dengan penuh syukur.

Sementara itu Ketua PERCASI Denpasar, I Made Mudra mengungkapkan kebanggaannya,”Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan inisiatif strategis untuk membangkitkan minat catur di kalangan anak muda Denpasar. Kami melihat potensi besar di sini. Beberapa peserta junior sudah menunjukkan skill luar biasa, seperti perhitungan endgame yang matang dan opening agresif. Dukungan kita dari Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Denpasar untuk turnamen ini pasti kita maksimalkan mulai dari penyediaan wasit bersertifikat hingga fasilitas turnamen standar internasional. Sehingga nantinya atlet-atlet inilah yang kita suport untuk dikembangkan kemampuannya diajang ajang turnamen tingkat lebih tinggi seperti Kejurnas, Kejurprov”.Pungkas Pak Made.

Dipimpin wasit nasional A.A Gede Ekaputra, S.H.,WNP., Dan dibantu asistan wasit Muchtar, lui, Gung Buda,dan Teguh. Menggunakan sistem Swiss 7 babak 10+5,Turnamen dibagi menjadi dua kategori junior dan senior. Di kategori junior, Redi meraih gelar juara I setelah mengalahkan 6 lawan secara meyakinkan, diikuti Leehan di posisi kedua, Angga posisi ketiga, Evan posisi ke empat dan lutfi posisi kelima. Sementara di senior, Gregorio berhasil mendominasi dengan skor sempurna, diikuti Gung Wisnu posisi kedua, kemudian Supri diposisi ketiga, Bagus Setiawan posisi keempat dan Redi diposisi kelima.

Sejumlah uang pembinaan diberikan kepada para pemenang, yang diserahkan langsung oleh Wisnu dan ketua Percasi Denpasar.
Panitia juga mengumumkan rencana ekspansi. “Tahun depan, kami targetkan 50 peserta dan kolaborasi dengan klub catur sekolah-sekolah di Denpasar. Ini bagian dari upaya membangun ekosistem catur yang kuat di Denpasar, ” jelas Wisnu.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan malam santai, memperkuat ikatan komunitas pecatur Denpasar. Ontario Social Coffee Rapid Chess 2026 membuktikan bahwa Denpasar punya masa depan cerah di peta catur Indonesia.
Dudick






