PersIndonesia.Com,Denpasar- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali melalui Divisi Pemasyarakatan menggelar kegiatan Sosialisasi Teknis Pemasyarakatan tahun 2024, bertempat di Inna Sindhu Hotel Sanur, Denpasar, Bali hari Selasa (30/01/2024).
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Bali yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Putu Murdiana. Dengan Narasumber dalam Sosialisasi tersebut Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, dengan jumlah peserta Sosialisasi Teknis 60 orang, yang terdiri dari perwakilan seluruh Lapas/Rutan/LPKA yang ada di wilayah Bali, pihak terkait dan perwakilan dari Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali.
Baca Juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Pengeroyokan Maut di Desa Pangkung Paruk Seririt
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas), Putu Murdiana menyampaikan Sosialisasi Teknis Pemasyarakatan adalah wadah untuk meningkatkan kemampuan dan penguatan dalam mempersiapkan Pemasyarakatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja dan disiplin petugas Pemasyarakatan pada seluruh UPT Pemasyarakatan.
Kegiatan Sosialisasi ini sebagai upaya Optimalisasi Program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mewujudkan 3 (tiga) kunci sukses Pemasyarakatan dari Dirjen Pemasyarakatan kepada seluruh petugas Pemasyarakatan.
“Hingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman Petugas terhadap peraturan baru yang menjadi Landasan Hukum pekerjaan (Back To Basic)”, bebernya.
Murdiana mengatakan upaya tersebut tentunya dibutuhkan Inovasi yang terus menerus baik dari segi bentuk kegiatan maupun kolaborasi dengan kalangan Eksternal dalam rangka mengembangkan program pembinaan di UPT khususnya Lapas/Rutan dan LPKA.
Baca Juga: Anak Bangsa Berangkat Dari Buruh Menuju Kursi DPR Bondowoso
Kemenkumham sudah menetapkan kebijakan dalam mendukung upaya revitalisasi pembinaan WBP di Unit Pelayanan Terpadu (UPT), seperti himbauan pemanfaatan hasil produksi WBP yang sudah banyak memenuhi kualitas standar produksi Indonesia seperti Konveksi dan jasa Catering (Tata Boga).
“Saya berharap kegiatan Sostek kali ini dijadikan kesempatan untuk memaksimalkan program pembinaan WBP di UPT Pemasyarakatan di wilayah Bali dengan menyerap masukan dan ilmu dari narasumber kita”, pungkasnya.(DD).






