Pamit Tak Kembali, Warga Yeh Kuning Ditemukan Tewas di Pantai Delodbrawah

Persindonesia.com Jembrana – Warga Desa Delodbrawah digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki yang terdampar di Pantai Desa Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Senin (15/12/2025) sekitar pukul 06.30 Wita. Jenazah tersebut diketahui bernama I Ketut Sudiarta (63), warga Banjar Beratan, Desa Yeh Kuning, Jembrana, menurut pihak keluarga korban mengalami gangguan kejiawaan.

Kapolsek Mendoyo Kompol Wayan Sartika membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Ia mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang kemudian memberitahukan temuannya kepada temannya. Informasi itu selanjutnya dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Delodbrawah.

“Setelah menerima laporan, Bhabinkamtibmas bersama warga langsung menuju lokasi sesuai informasi yang diterima,” katanya saat dikonfirmasi.

Hotel Grand Sehati INN and Spa di Ubud Terbakar, Seorang Petugas Alami Luka Bakar

Setibanya di lokasi, lanjut Sartika, petugas menemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi tengadah dengan kepala mengarah ke barat. “Korban mengenakan kemeja lengan pendek bermotif kotak-kotak merah muda dan celana pendek hitam dengan garis biru-putih di sisi kanan dan kiri. Rambut korban tampak botak di bagian depan dan saat ditemukan tidak membawa identitas diri,” terangnya.

Lebih jelasnya Sartika mengatakan, jenazah tersebut dikenali oleh salah satu warga yang mendengar ada jenazah terdampar di pantai. “Setelah dikonfirmasi warga tersebut mengenali korban sebagai warga Desa Yeh Kuning, Jembrana. Identitas korban pun dipastikan sebagai I Ketut Sudiarta,” ucapnya.

Lebih jelasnya Sartika mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal oleh Tim Inafis Polres Jembrana bersama Dokkes Polres Jembrana serta tim medis Puskesmas I Mendoyo, jenazah korban sudah dalam kondisi kaku dan diperkirakan meninggal dunia sekitar empat jam sebelum ditemukan. “Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sementara penyebab kematian belum dapat dipastikan,” ujarnya.

Kejari Bangli Berhasil Tuntaskan Gelaran Optimalisasi Jaga Desa dan Program KMP di Penglipuran

Atas kejadian ini, imbuh Sartika pihak keluarga menerima sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. “Sementara jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Yeh Kuning untuk prosesi pemakaman,” pungkasnya

Sementara itu, kakak kandung korban, I Ketut Redana (66), mengatakan, adiknya sejak muda telah mengalami gangguan kejiwaan dan rutin menjalani pengobatan. “Kemarin hari Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 17.00 Wita, adik saya sempat berpamitan untuk pergi ke rumah kakaknya yang berada di sebelah utara rumahnya dan sampai hari ini tidak pulang,” ungkapnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *