Pemkab Bangli Lakukan Gebyar Penanganan Ikan Predator dan Penuangan Eco Enzyme

BANGLI-PersIndonesia.Com- Sebagai upaya pengendalian terhadap perkembangan ikan Invasif Red Devil yang mengancam keanekaragaman hayati di Danau Batur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli melalui Dinas PKP melaksanakan gebyar penanganan ikan Red Devil. Acara yang berlangsung di Dermaga Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dipimpin oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

BACA JUGA : Arus Mudik di Gilimanuk Melonjak Tajam, Antrian Mengular Hampir 1 Jam

Acara yang dilanjutkan dengan penuangan Eco Enzyme turut dihadiri oeh Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Parta, Anggota Forkompimda Bangli, para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Bangli serta undangan terkait lainnya, hari Jumat (5/4).

Bupati Sedana Arta menyampaikan ikan predator sudah terdeteksi sejak tahun 2016 lalu. Dan perkembangan Red Devil di Danau Batur cukup pesat serta populasinya mengalami peningkatan. Ikan ini memangsa serangga, cacing, ikan kecil, termasuk telur ikan dan juga memakan pakan ikan yang diberikan petani pada ikan peliharannya. “Ikan ini sifatnya teritorialis dan Invasife, yang membuat perkembangannya cukup pesat sehingga populasi Red Devil terus meningkat. Dikhawatirkan jika populasinya tidak terkendali akan merugikan petani”, ujarnya.

Dalam kesempatannya, Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma menyampaikann seperti diketahui bersama Kaldera Batur menyandang sejumlah predikat mentereng, seperti ; sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sebagai Unesco Global Geopark, dan sebagai salah satu dari 15 Danau Nasional yang diselamatkan sesuai Perpres 60 Tahun 2021. Dan dibalik itu semua menurut para ahli lingkungan dan kita sepakat, Danau Batur juga menghadapi 2 masalah besar, yaitu Sedimentasi (pendangkalan) dan pencemaran.

Terhadap masalah pencemaran, Bupati Bangli dan para pemerhati lingkungan telah secara konsisten dan terus menerus menuangkan Eco-Enzyme melalui Gerakan Serentak (Gertak) Eco-Enzyme Bangli Bisa, yang pada saat ini telah memasuki Periode II Tahap Pertama. Hasilnya secara kasat mata sudah bisa kita lihat dan buktikan bahwa air danau nampak lebih jernih.

Kemudian 1 Dasa Warsa belakangan muncul Fenomena baru dengan merebaknya jenis ikan invasif yang bernama Red Devil
Perkembangan ikan Red Devil ini sangat pesat, sehingga berdampak pada 2 hal, yaitu terancamnya keberadaan keanekaragaman hayati (Biodiversity) yang merupakan bagian penting Geopark dan dampak Ekonomis dengan menurunnya pendapatan para nelayan.

Terhadap hal ini, kami dari Perangkat Daerah (PD) yang mengampu urusan Pemerintahan dibidang perikanan telah melakukan 2 upaya , yakni pernah menawarkan hasil tangkapan ikan Red Devil kepada pengelola Taman Safari, yang kiranya bisa menjadi pakan hewan di sana hasilnya tidak memenuhi syarat dan upaya lainnya melalui pemanfaatan ikan Red Devil untuk menjadi kuliner berupa olahan Krispi terhadap 2 kelompok binaan kita, akan tetapi serapan bahan baku mereka belum maksimal.

“Sebab itu ke depan ada 4 kegiatan yang telah kami rancang, Pertama Gebyar kita lakukan hari ini sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi bahwa Red Devil adalah ikan invasif yang menjadi musuh bersama, Kedua penangkapan Red Devil oleh masyarakat pesisir, yang hasil tangkapan kita tawarkan kepada pengusaha pabrik pakan ternak yang ada di Pengambengan Jembrana untuk diolah menjadi tepung ikan, Ketiga peningkatan SDM bagi Bendega dan para pengolah, untuk bisa meningkatkan volume usahanya dan Keempat restoking atau pelepasan benih ikan Endemis Danau Batur”, ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada undangan yang telah hadir dalam rangka seremoni Gebyar Penanganan Ikan Invasif Red Devil, yang dirangkaikan dengan Gertak Eco-Enzym Bangli Bisa Periode II Tahap Pertama. Kegiatan Gebyar ini adalah merupakan kegiatan kolaboratif yang tidak sepenuhnya menggunakan Anggaran Pemerintah.

“Oleh karena pada kesempatan ini izinkan kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para Donatur, Dinas Kehutanan dan Perikanan Provinsi Bali, Bank BPD Bali Cabang Bangli, PT Bank Pasar Daerah Bangli, Bank BNI, dan Donatur lainnya yang tidak sempat kami sebutkan satu per satu”, pungkasnya.(DB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *