Pj Gubernur Mahendra Jaya menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah, seiring dengan kebutuhan pangan yang terus meningkat di Bali sebagai destinasi wisata dunia.
“Kami ingin memastikan Bali tidak bergantung pada pasokan luar. Pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian menjadi solusi strategis dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.
Menurutnya, padi gogo menjadi pilihan tepat untuk lahan kering karena dapat tumbuh dengan curah hujan rendah dan tanpa irigasi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait untuk mendukung petani dalam proses budidaya agar hasil panen maksimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menjelaskan bahwa padi gogo varietas Impago 9 yang ditanam di lahan seluas 2 hektare memiliki potensi panen mencapai 6,9 ton per hektare.
“Kami akan terus mendampingi para petani agar hasil panen berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi mereka,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri Sekda Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja, serta jajaran Forkopimda. Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, di mana petani berdialog langsung dengan Pj Gubernur terkait tantangan dan peluang dalam sektor pertanian.
Melalui inisiatif ini, Pemprov Bali berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengolah lahan tidur, tidak hanya untuk padi, tetapi juga tanaman pangan lain seperti kacang, cabai, dan jagung, guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Editor : Krg.