Pemuda Asal Sompang Nusa Penida Meregang Nyawa Usai Terseret Arus dan Tenggelam

Klungkung,PersIndonesia.Com- Nyawa seorang pemuda bernama I Made Suardana (18) yang beralamat di Dusun Sompang, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung tidak terselamatkan setelah sempat mendapatkan penanganan medis di RS Gema Santhi seusai terbawa arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Pandan Nusa Penida.

Informasi yang terhimpun menyebutkan peristiwa bermula pada hari Rabu 2 April 2024 saat I Made Suardana (red-korban) sekira pukul 10.00 Wita membuat perjanjian dalam WAG (group whatsapp) akan mandi di Pantai Pandan bersama temannya. Kemudian sekira pukul 15.00 Wita korban dan temannya bertemu di bengkel yang terletak di Sompang untuk selanjutnya menuju pantai Pandan.

Baca Juga : Diduga Akibat Percikan Api, Tempat Pemanggangan Ayam di Klungkung Ludes Terbakar

Setelah sampai di Pantai Pandan korban bersama teman-temannya langsung berenang di pantai pandan. Saat itu korban dan 2 temanya berenang dengan memakai papan selancar yang dipinjam pada warung dekat pantai pandan dengan posisi korban berada di sebelah kiri diikuti 2 temannya diposisi tengah dan kanan. Mereka kemudian mendayung papan selancar tersebut menggunakan tangan. Dan tak berlangsung lama mereka terseret arus hingga ke tengah laut.

Menyadari hal tersebut 2 teman korban langsung melepas papan selancar yang terseret arus untuk menyelamatkan dirinya sedangkan korban masih berada di atas papan selancar tersebut. Mengetahui dirinya yang berada seorang diri di atas papan selancar dan terbawa arus, korban kemudian langsung melepas papan selancar untuk menyelamatkan dirinya, tetapi arus pada saat itu sangat kuat sehingga membuat korban menjadi panik dan kewalahan dan mengakibatkan korban tenggelam.

Mengetahui korban tenggelam, kemudian 2 temanya yang berhasil menyelamatkan diri meminta bantuan kepada warga sekitar termasuk wisatawan di pantai pandan. Dan saat itu sebuah perahu (jugkung) yang membawa 3 wisatawan dan 1 guide kebetulan terparkir di tengah laut kemudian berhasil menolong korban dan langsung membawa ke tepi Pantai Cristal Bay.

Setelah berada di Pantai Cristal Bay, korban yang tidak sadarkan diri sempat mendapat pertolongan pertama berupa PCR oleh warga sekitar dan wisatawan. Karena kondisi korban yang masih tidak sadarkan diri kemudian dibawa menuju ke RS Gema Santhi untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga : Polisi Ungkap Penemuan Jetskey di Pantai Watu Klotok Klungkung

Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta saat dikonfirmasi, Kamis 3 April 2025 membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dijelaskannya setelah menerima laparan dari warga pihaknya mendatangi lokasi kejadian untuk kemudian meminta keterangan saksi-saksi dan melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit (RS) Gema Santhi.

Korban yang saat tiba di RS Gema Santhi dalam keadaan tidak sadarkan diri segera mendapatkan penanganan secara medis, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatan. “Pihak medis RS Gema Santhi menyatakan korban telah meninggal dunia”, ujar Kapolsek.

Pihaknya juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Diharapkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, terutama saat berada di laut. Perhatikan kondisi cuaca, gunakan peralatan keselamatan yang memadai, dan jangan ragu untuk meminta bantuan jika diperlukan. “Jika terjadi keadaan darurat, segera laporkan ke Call Center 110 agar bantuan bisa datang secepat mungkin,” pungkasnya. (IGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *