Pemulangan Jenazah PMI Jembrana di Taiwan Masih Menunggu Hasil Investigasi

Persindonesia.com Jembrana – Proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, I Made Pariana (49), yang meninggal dunia di Taiwan pada Sabtu (19/9/2026), masih menunggu proses investigasi dari pihak berwenang setempat.

Pariana diketahui bekerja di sektor perkebunan di wilayah pedesaan Taiwan. Hingga kini, jenazahnya masih berada di Taiwan dan disimpan di fasilitas penyimpanan jenazah sambil menunggu proses pemeriksaan serta penyelidikan kepolisian setempat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktivitas dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Jembrana, I Putu Agus Arimbawa seijin kepala dinas mengatakan penanganan jenazah telah dikoordinasikan dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan. “Yang meninggal di Taiwan itu sudah ditangani oleh KDEI. Jenazah sudah dititipkan di freezer karena di sana tidak mengenal proses pengawetan jenazah dengan formalin,” ujarnya, Kamis, (1/10).

DPRD Babel Bentuk Pansus Revisi Perda RZWP3K, Ruang Nelayan Masuk Evaluasi

Menurutnya, proses pemulangan jenazah PMI dari Taiwan memang membutuhkan waktu karena harus menunggu penyelesaian prosedur investigasi, termasuk pemeriksaan atau autopsi. “Biasanya pemulangan tercepat sekitar dua sampai tiga bulan, bahkan bisa sampai lima bulan. Saat ini masih dalam proses investigasi dan autopsi tetap berjalan,” jelasnya.

Agus mengatakan pihak keluarga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui kepala desa. Dinas Tenaga Kerja Jembrana juga telah bersurat kepada Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

“BP3MI sudah berkomunikasi dengan KDEI. Tinggal menunggu prosesnya saja karena memang prosedurnya cukup panjang,” katanya.

Ia menjelaskan, selama proses pemulangan berlangsung, biaya penitipan jenazah untuk sementara dapat ditangani terlebih dahulu oleh KDEI. Selanjutnya, terdapat mekanisme bantuan dari pemerintah Taiwan terkait proses pemulangan jenazah.

Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan

Terkait status keimigrasian korban, Agus menyebut informasi yang diterima pihaknya menunjukkan bahwa penanganan terhadap jenazah tetap dilakukan berdasarkan pertimbangan kemanusiaan. Namun, prosedur keimigrasian tetap menjadi bagian dari proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang Taiwan.

Agus juga mengungkapkan bahwa informasi mengenai meninggalnya Pariana pertama kali diterima dari seorang tukang masak yang berada di lokasi kerja korban. Tukang masak tersebut kemudian menghubungi rekannya di Bali, sebelum informasi tersebut diteruskan kepada pihak keluarga.

“Saya sempat berkomunikasi langsung dengan tukang masak itu. Katanya sudah banyak polisi yang datang dan ditangani pihak berwenang. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit dan disimpan di freezer,” ungkapnya.

Tukang masak tersebut juga disebut telah dimintai keterangan oleh pihak imigrasi Taiwan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui rangkaian peristiwa hingga korban meninggal dunia, termasuk keberadaan dan aktivitasnya selama berada di Taiwan. “Proses hukum sedang berjalan. Pasti diinvestigasi bagaimana orang tersebut bisa sampai di sana dan bekerja. Kalau hasil investigasi belum keluar, proses pemulangan oleh KDEI belum bisa dilanjutkan,” terangnya.

Buntut Diadukan Menipu, Polisi Obok-Obok Toko Emas Divine dan PT Emas Now Renon 

Dinas Tenaga Kerja Jembrana, lanjut Agus, terus melakukan pemantauan perkembangan kasus tersebut melalui BP3MI. Pembaruan informasi dilakukan secara berkala dari pihak terkait di Taiwan. “Setiap minggu biasanya kami mendapatkan update. Kemarin, Senin, BP3MI juga menyampaikan bahwa prosesnya masih berjalan. Jadi kami tinggal menunggu,” katanya.

Agus berharap proses investigasi segera rampung sehingga jenazah I Made Pariana dapat dipulangkan ke Jembrana dan diserahkan kepada pihak keluarga. “Semoga prosesnya cepat sehingga jenazah bisa segera dipulangkan,” pungkasnya. Ts