Persindonesia.com Jembrana – Hari Nembak Nyepi Tahun Baru Saka 1946 Wisata Sungar Gelar yang dikelola Pokdarwis Gelar dibawah nauangan Banjar Adat Palungan Batu, Desa Batuagung, Jembrana dipadati pengunjung yang dominan merupakan STT di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana setelah datang dari pantai. Pengunjung juga menyoroti tempat parkir yang terbatas,

Saat dikonfirmasi Ketua Pokdarwis Gelar I Wayan Wisada mengatakan, Hari Ngembak Geni obyek wisata gelar kali ini sebagian besar di penuhi oleh anak-anak muda STT dari beberapa wilayah di Jembrana. “Lebih rame dari Nyepi sebelumnya. karena Nyepi kali ini berbarengan dengan bulan puasa, jadi soudara muslim tidak ada yang berkunjung. Meskipun hanya pemuda STT yang berkunjung, tetap kita kekurangan tempat parkir,” terangnya. Selasa (12/3/2024).
Saat di hari Manis Galungan beberapa hari yang lalu juga Wisata Sungai Gelar juga dipadati pengunjung dan juga kekurangan tempat parkir, “Ada sekitar 2000 orang yang berkunjung saat Manis Galungan dan saat Manis Kuningan karena kejepit dengan Hari Suci Nyepi disini sepi. Saat hari raya Siwalatri juga sangat rame,” jelasnya.
Nyepi di Jembrana, Mr. X Ditemukan Ngambang di Pantai Candikusuma
Disinggung terkait pendapatan distribusi parkir, Wisada mengaku saat hari raya Galungan pendapatan mencapai sekitar Rp. 1,5 juta rupiah. “Untuk distribusi parkir, kita menghitung perkendaraan bukan per orang. Ini belum dihitung warga penyanding di Desa Batuangung. Kalau kita hitung semua orang yang masuk harus bayar kita dapat lebih dari itu,” ucapnya.
Ia juga mengaku, utuk warga Lingkungan Munduk Waru yang diluar dari Desa Batuagung, kelian banjarnya sudah berinsiatif membayar untuk warganya yang berkunjung. “Itu sudah ada pembicaraan sebelumnya, mengingat jalan untuk masuk ke Obyek Wisata Sungai Gelar dari arah barat melewati Lingkungan Munduk Waru, Kelurahan Dauhwaru,” ujarnya.
Sementara Kelian Banjar Palunganbatu I Kadek Pernama mengatakan, karena banyaknya STT warga penyanding yang datang ke Sungai Gelar, beberapa Kelian Banjar yang ada di Desa Batuagung juga hadir di Sungai Gelar. “Untuk keamanan kita mengerahkan Pecalang Desa Adat Batuagung. Kita juga di backup oleh beberapa kelian banjar penyanding untuk keamanan. Selama ini tidak ada keributan,” katanya.
Patroli SAR Brimob Kalbar Antisipasi Korban Banjir Kabupaten Sintang
Pernama mengaku, sebelum adanya Pandemi Covid, warga yang berkunjung ke Sungai Gelar kerap ada keributan. “Sebelum Covid selalu ada keributan disini, warga yang berkunjung selalu ada yang berkelahi karena kebanyakan anak muda yang datang, akan tetapi tidak sampai parah, kita mengantisipasi lebih awal. Setelah covid sampai sekarang aman tidak ada keributan karena semua STT yang berkunjung sudah ada penanggungjawab,” ungkapnya.
Dirinya juga mengeluhkan tempat parkir tidak memadai, mengingat kunjungan warga setiap hari raya mencapai ribuan, jadi warga pengunjung parkir di sisi jalan. “Sayangnya kita kekurangan tempat parkir. Setiap hari raya pengunjung juga mengeluhkan tempat parkir, banyak pengunjung yang balik karena tidak mendapatkan tempat parkir. Keluahan ini sudah sering terjadi setiap hari raya,” ucapnya.
Salah satu pengunjung yang kerap dipanggil Gustu Oleng asal Desa Batuagung juga mengeluhkan ketersediaan parkir terbatas, sehingga dirinya memilih balik batal berkunjung. “Saya dari pantai tadi dan langsung ke sini, tak kira saya lebih dulu datang, ya parkirnya penuh, saya memilih pulang saja, kemungkinan nanti sore saya datang lagi. Saya heran tempat wisata seperti ini yang sering dikunjungi warga tempat parkirnya terbatas, semestinya pemerintah melihat kondisi seperti ini, apalagi tempat ini satu-satunya obyek wisata yang digemari warga Jembrana,” keluhnya. Sur






