Persindonesia.com Jembrana – Seorang pengemudi truk asal Desa Pulukan bernama Usniadi hampir menjadi korban tenggelamnya KMP Yunicee dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, sekitar pukul 17.15 Wib, dirinya selamat atas musibah tersebut
Ia menuturkan, saat di tengah laut, kapal yang ditumpanginya suara dari mesin kapal tidak seperti biasanya, seperti ada yang tidak beres, dirinya mendengar suara “dut..dut..dut” pada mesin kapal tersebut, dalam hitungan detik kapal tersebut miring dan terjadi teriakan banyak penumpang.
Formasi CPNS dan 1.169 PPPK di Tahun 2021, Pemkot Denpasar Dijatah 123
Tidak menunggu lama, dan merasa ada yang tidak beres seperti kapal yang ditumpanginya akan tenggelam, dirinya langsung meloncak ke laut tanpa menggunakan pelampung keamanan pribadi, “saya melihat pelampung berserakan tetapi untuk menyelamatkan diri saya langsung saja loncat dari kapal,” terangnya didampingi oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Selasa (29/6/2021).
Usniadi melanjutkan, dirinya terus berupaya berenang hingga menemukan benda sejenis ember. Benda itu yang digunakannya bersandar sambil berupaya menuju daratan mengikuti arus.
TP. PKK Kabupaten Gianyar Mengadakan Webinar Serangkaian Bulan Bung Karno
Saat dirinya panik dan putus asa akan keselamatan jiwanya untuk menyelamatkan dirinya, ia melihat seorang anak kecil yang sudah pakai pelampung minta tolong, “saya melihat anak kecil minta tolong dan langsung mengikat ke tubuh agar tidak lepas, kalau kita mati, kita mati bersama-sama,” ucapnya.
Saat itu pikirannya sudah kalut dan mengiluti arus, dirinya melihat seorang laki laki sudah kelelahan setelah didekati ternyata orang tersebut tidak bisa berenang, sehingga dirinya kembal memutuskan mengikatnya untuk diajak bersama-sama ke darat, “Saya ikat lagi bertiga, dah mati kita bertiga dah,” katanya mengingat pikirannya saat berupaya menyelamatkan diri.
Bupati Tamba Laporkan Pertanggungjawaban APBD Lewat Virtual dari Pelabuhan Gilimanuk
Dirinya tidak berani melepaskan keduanya, dikarenakan kedua orang tersebut yang satu merupakan anak kecil, yang satunya lagi tidak bisa berenang. Untungnya, ketiganya berhasil diselamatkan nelayan bernama Pak Petruk. “Lama kita di tengah laut, satu jam lebih. Ombaknya kaya gunung,” tutupnya. (Sb)






