Peringati Hari Jadi Persaudaraan Arya Damar Kenceng Nusantara Sebagai Bentuk Perkuat Jati Diri Satu Leluhur

Denpasar, persindonesia.com – Suasana sakral menyelimuti Puri Agung Glogor Sesetan pada saat Pasemetonan Arya Damar Kenceng Nusantara merayakan hari ulang tahunnya yang pertama. Alunan tetabuhan menggema sejak gerbang Puri, menyambut para undangan dan tamu kehormatan yang hadir dalam perhelatan tersebut.

Di tengah area Puri, berdiri megah candi Majapahit Bali yang menjadi salah satu ikon acara. Pembangunan candi tersebut dimaksudkan untuk memperkuat simbol kebersamaan dan jati diri leluhur Nusantara, sekaligus menjadi latar yang menambah keagungan upacara dan menegaskan identitas kultural pasemetonan satu leluhur. Dilaksanakan di Puri Agung Glogor Sesetan Denpasar Selatan. 7/6/2026.

Rangkaian acara dibuka dengan tarian Legong penyambutan yang memikat, diiringi oleh para penabuh yowana setempat. Penampilan tari Legong mendapat sambutan hangat dari hadirin dengan koreografi yang rapi dan ekspresi para penari yang menonjolkan nilai-nilai estetika tradisi Bali. Setelah itu, penonton disuguhi tarian pecut yang dibawakan oleh murid-murid SD 10 Pemecutan, penampilan enerjik dan semangat generasi muda dalam melestarikan budaya.
Puncak pembukaan ditandai dengan nyanyian bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang dipimpin panitia dan diikuti seluruh undangan sebagai bentuk penghormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta wujud persatuan antar anggota pasemetonan dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Drs. Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga, Ketua Pembina PADKN, menjelaskan bahwa lahirnya Pasemetonan/Persaudaraan Arya Damar Kenceng Nusantara (PADKN) bertujuan menyatukan trah Arya Damar dan Arya Kenceng yang tersebar di Nusantara dan mancanegara. Kajian sejarah, artefak, buku, serta napak tilas yang dilakukan di berbagai daerah menunjukkan jejak dan peran penting Arya Damar (Adityawarman), termasuk keterkaitan dengan Majapahit dan Pamelayu. Kunjungan spiritual ke Pagaruyung (Maret 2006 dan September 2017) dan wahyu leluhur memperkuat keyakinan tersebut, yang kemudian diikuti upacara di Bali (Ngaben, 5–7 Mei 2018). Pada festival budaya di Padang 2023, tokoh keturunan Arya Damar mendorong pembentukan organisasi keluarga di Bali; langkah ini mendapat respons positif dan memicu pertemuan-pertemuan lanjutan dengan tokoh keluarga.
Rangkaian piuning dilaksanakan di sejumlah pura (termasuk Pura Batur Singasana, Pura Sri Nararya Kenceng Buahan, dan Pura Merajan Selonding Besakih), dilanjutkan penyusunan AD/ART dan pembentukan pengurus secara sukarela di Puri/Pemangku hingga mendapat pengesahan Menteri Hukum RI pada 23 Januari 2026.
Nama Damar Kenceng dipilih sementara karena adanya dualisme antara Kerajaan Tabanan dan Badung, meski silsilah mengaitkan Arya Kenceng dengan Arya Damar (Adityawarman). Jika anggota memahami asal-usul yang sama, nama organisasi mungkin akan diseragamkan, misalnya menjadi Pasemetonan Pratysentana Arya Damar/Adityawarman, agar jangkauan lebih luas.
Tujuan PADKN bukan sekadar berkumpul, melainkan memperkuat identitas leluhur, menggalang persaudaraan (sagilik saguluk, paras paros, salunglung sabayantaka), dan aktif dalam kegiatan sosial serta pelestarian budaya. Perjalanan organisasi akan menghadapi tantangan, tetapi jika semua bekerja tulus dan berdasar dharma, rintangan akan teratasi. Kepada Ketua Umum dan pengurus baru, beliau berpesan agar ngayah dengan ikhlas dan menjadi pelayan semeton. Dirgahayu I Pasemetonan Arya Damar Kenceng Nusantara.”pungkas A.A Ngurah Putra.

Drs. Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga : Ketua Pembina PADKN

Sementara itu, Ketua Umum PADKN, Prof. Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa Persaudaraan Arya Damar Kenceng Nusantara didirikan pada 1 Juni 2025. Hari ini organisasi tersebut merayakan ulang tahunnya yang pertama di Candi Majapahit Bali, Puri Agung Glogor Sesetan.
Persaudaraan ini bermula dari kebersamaan semeton di Badung, terutama dari Puri Pemecutan, Puri Glogor, dan Jero Kuta, lalu meluas hingga ke Sumatra Barat, khususnya kekerajaan Pagaruyung. Menurut cerita, Mahadiraja Pagaruyung pernah datang ke Bali bersama anak-anaknya, Arya Kenceng, Arya Telancang, dan Arya Belog, menundukkan sebagian wilayah Bali, lalu kembali ke Majapahit. Karena tidak mendapatkan tempat di sana yang dikuasai Tri Bhuana Tungga Dewi, mereka kembali ke ibunda mereka di Sumatra, ke Kerajaan Dharmasraya.
Kami mengikuti jejak leluhur itu. Dari sana muncul gagasan membentuk ikatan persaudaraan bagi keturunan Arya Kenceng se-Nusantara. Dengan mempersatukan kita berharap terjalin hubungan yang harmonis dan kita dapat mempertahankan tradisi serta budaya adi luhung Nusantara. Meskipun berbeda keyakinan atau agama, adat dan budaya menjadi perekat yang harus kita jaga dan revitalisasi sesuai perkembangan zaman”, ujar Prof. Agung Suryawan.

Prof. Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D.

Dihadiri undangan serta pengurus Persaudaraan Arya Damar Kenceng Nusantara yaitu : A.A.Ngurah Putra Dharmanuraga sebagai Ida Pengelingsir Agung Puri Agung Pemecutan dan Pembina PADKN, Ida Bhagawan Pasemeton Agung Damar Kenceng dari Griya Tegal Tamu Gianyar dan Griya Dawan Padang Sambian, dan A.A. Gede Mas Putra sebagai Penasehat PADKN, A.A Made Sumendra sebagai Pengawas, Prof. Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D.,sebagai Ketua Umum PADKN, serta Pengelingsir Sepuh PADKN.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dari pengurus PADKN serta foto bersama dan para undangan disuguhi hidangan sebagai bentuk ikatan persaudaraan.

Dudick

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *