Perumahan Cipta Asri Masyarakatnya Menuntut Jangan Ciptakan Banjir Baru

Persindonesia.com, Batam – Saat warga Perumahan Cipta Asri saat melakukan unjuk rasa beberapa waktu lalu.
Berbagai upaya untuk mengatasi masalah banjir di kawasan Sagulung sudah dilakukan. Namun akhir akhir ini, warga Perumahan Cipta Asri mengeluh, dan melakukan aksi protes karena permukiman mereka kerap banjir tiap turun hujan.

Hal ini di sebabkan karena adanya pematangan lahan untuk pembangunan hunian baru di kawasan Tembesi, persisnya di depan Perumahan Cipta Asri. Karena sistem drainase di lokasi proyek belum memadai, warga pun terkana menurutnya.

Menanggapi hal ini, Camat Sagulung, Reza Khadafi, mengingatkan pihak pengembangan agar tidak menciptakan titik banjir baru. Sebab hal itu sangat  bertentang dengan upaya Pemko Batam, untuk menjadikan kawasan Sagulung bebas dari banjir.

Viral Lagi! Video Mesum Dua Sejoli Dari Kota Hujan

“Saya merekomendasikan tuntutan warga tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, agar menindak tegas pihak proyek yang mengakibatkan dampak banjir dilingkungan warga,” ucapnya, Kamis(18/3) siang.

Reza menegaskan, pihaknya tidak melarang adanya aktivitas pembangunan di Sagulung. Namun pengembang harus menaati aturan dan tidak mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, seperti banjir.

“Kita selalu mendukung adanya pembangunan, tapi kalau sudah berdampak pada lingkungan sekitar, kita akan tindak tegas. Saya sependapat dengan tuntutan warga. Apapun proyeknya tak boleh menciptakan titik banjir baru,” di jelaskannya.

Kapolda Bali sambut kedatangan Panglima TNI dan Kapolri

Masih dengan Reza, peringatan ini tidak hanya berlaku untuk pengembang di sekitar Perumahan Cipta Asri, tapi berlaku bagi seluruh pengembang atau proyek pematangan lahan yang ada di Sagulung.

“Kami tidak mentolerir jika ada proyek yang berdampak dengan lingkungan, seperti yang ditentang warga perumahan Cipta Asri tersebut,” menurutnya.

Terakhirnya, Reza berharap supaya DLH melakukan peninjauan kembali tentang perizinan pematangan lahan tersebut. Kalau sudah melanggar, maka proyek pematangan di depan Perumahan Cipta Asri harus ditindak tegas.
Intinya, pengembang jangan sampai menciptakan titik banjir baru di kawasan Sagulung.

Tepis Isu Dualisme Kepemimpinan BPPKB Kota Tangerang Kunjungi DPRD

Seperti di ketahui, Senin (15/3) lalu, warga Perumahan Cipta Asri mendatangi proyek pematangan lahan. Ratusan warga tersebut menghentikan aktivitas proyek dengan tuntutan agar pengelola terlebih dahulu menciptakan saluran air yang memadai.

“Semua air dari proyek ini mengalir ke permukiman warga dan mengakibatkan banjir,” kata Poniyanto, Ketua RT 07/ RW 12 Cipta Asri saat berada di lokasi.

Poniyanto mengatakan, warga minta pengembang untuk mendahulukan sistem drainase yang sesuai sebelum melakukan penimbunan di lokasi. Selain itu warga ingin ada jaminan dari pihak pengembang agar proyek mereka tidak berdampak dengan lingkungan warga.

22 Terduga Teroris Hasil Operasi Di Jatim Digelandang Ke Jakarta

“Warga ingin supaya tempat tinggalnya bebas dari banjir, sebab sejak ada proyek ini, rumah warga sering banjir,” ungkapnya. (Jeffri Batam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *