Dalam Forum Koordinasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar di Ruang Rapat Wiswa Sabha Madya, Kantor Gubernur Bali, Mahendra Jaya menegaskan bahwa pemerintah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak dapat bekerja sendiri. Ia mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan masif yang disebut “Ngrombo” guna memutus rantai peredaran narkoba. “Putus distribusi narkoba tersebut, dan masyarakat tidak berani coba-coba menggunakan barang haram tersebut,” tegasnya.
Mahendra Jaya juga menekankan pentingnya peran desa adat dalam penanggulangan narkoba. Menurutnya, desa adat memiliki otoritas yang dihormati oleh masyarakat dan dapat menetapkan perarem (aturan adat) yang mewajibkan warga menjauhi narkoba, serta memberikan sanksi tegas bagi pelanggarnya. Ia mengklasifikasikan penyalahgunaan narkoba sebagai kejahatan luar biasa yang setara dengan korupsi dan terorisme, mengingat dampaknya yang merusak generasi muda dan mengancam masa depan bangsa. “Mari kita perang melawan narkoba dengan berbagai cara, baik preventif, penangkapan, maupun rehabilitasi,” ujarnya, sambil mengapresiasi program Desa Bersinar (Desa Bersih dari Narkoba) yang diinisiasi oleh BNN.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. Rudy Ahmad Sudrajat, mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkotika di Bali kini melibatkan warga negara Indonesia maupun asing, dengan modus operandi yang semakin kompleks, mulai dari pengiriman paket hingga pendirian laboratorium narkotika di vila-vila wisata. “Tahun 2024 sudah terungkap tiga laboratorium narkotika di Bali melibatkan WNI dan WNA. Bahkan dibarengi dengan pesta seks,” ungkapnya.
Rudy juga menyampaikan bahwa per Januari 2025, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Bali mengalami over kapasitas mencapai 186%, dengan total 3.735 warga binaan, di mana sekitar 50% merupakan narapidana kasus narkoba. Ia berharap melalui forum ini dapat dihasilkan solusi konkret untuk menanggulangi permasalahan tersebut. “Saya berharap dapat menerima banyak masukan dari berbagai pihak untuk menanggulangi permasalahan tersebut sehingga dapat segera diimplementasikan,” harapnya.
Editor : Gus Krg