Pohon Kelapa Aneh Tumbuh di Desa Susut “Tanpa Berbuah Tumbuh Tunas”

PersIndonesia.Com,Bangli- Sebuah pohon berjenis kelapa yang berlokasi di Dusun Bangunlemah Kangin, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli sempat viral karena aneh dan tergolong unik. Pasalnya pohon kelapa yang tumbuh disisi Selatan tegalan ilalang seluas 5,7 hektar tersebut tak pernah berbuah hanya berdaun dan tak pernah rontok meski sudah mengering.

Berdasarkan pantuan sejumlah awak media, pohon yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun tersebut posisi tumbuhnya pohon kelapa ini sisi kiri dan kanan diapit sebuah Sungai yang wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Gianyar. Sedangkan untuk menuju ke lokasi harus berjalan kaki sejauh 1 KM dengan melewati Jalan setapak. Pohon kelapa yang aneh itu sekarang disebut Pohon Kelapa “Rangda”.

Baca Juga : Upacara Penglukatan Rangda Tiga, Menetralisir Energi Negatif dan Membawa Keberuntungan

Menurut Kelian Adat Dusun Bangunlemah Kangin, I Wayan Tama saat dimintai ketarangan dilokasi mengungkapkan keunikan pada satu pohon kelapa ini sudah dirasakan warga setempat sejak 15 tahun lalu. Satu- satunya pohon di antara ratusan pohon kelapa yang ada di sekitarnya, tak pernah berbuah. Daun atau batang daunnya pun tak pernah rontok meskipun sudah mengering.

Untuk daunnya mengering berjejer sampai kebawah, dan dItunasnya langsung kembali tumbuh daun seperti pohon baru, tanpa jatuh ke tanah. Warga sempat menanam di tanah baik di tempat berbeda maupun masih di areal induknya, bibitnya tersebut tak bisa tumbuh (langsung mengering). “Begitu batangnya dan daunnya mengering (menjadi danyuh), batangnya akan langsung merunduk ke bawah tanpa jatuh ke tanah, tapi masih tetap menempel di pohon. Makin lama makin lebat merunduk seperti rambut Rangda,”ungkap Tama didampingi Kelian Dinas Dusun Bangunlemah Kangin, I Made Miasa, Kamis (22/5).

Ia menuturkan, awalnya warga setempat hanya menggangap bentuk pohon kelapa yang meski berbeda dari yang lain hanya sebagai angin lalu, bagian dari alam. Karenanya masyarakat pun tak begitu merespon terkait keberadaan pohon yang kini disucikan tersebut.

Hingga beberapa tahun kemudian, sejumlah kejanggalan mengarah misterius kerap dirasakan warga utamanya para petani yang berkativitas di sekitaran tegalan tersebut. Ada warga yang mencari kayu bakar (bukan kayu bakar kelapa), lalu diletakan dan disandarkan di batang pohon kelapa ini. Yang bersangkutan tiba-tiba merasakan pusing, seperti linglung. Begitu dipindahkan kayu bakarnya, lilungnya hilang, dan kembali sadar.

Pernah kejadian salah satu warga menyandarkan kayu bakar dibawah pohon kelapa ini, namun yang bersangkutan linglung. Ada pula warga setempat yang pernah mengambil daun yang sudah kering (danyuh) dan dibawa pulang yang rencanaya untuk dijadikan kayu bakar. Malam harinya antara sadar dan tidak (seperti mimpi), warga tersebut dicari oleh sesosok makhluk gaib berperawakan tinggi besar dan hitam. “Dia diminta untuk mengembalikan daun kelapa kering yang sudah dibawa pulang itu untuk dikembalikan lagi ke asalnya. Karena pohon kelapa itu ada ternyata ada penunggunya,” tuturnya.

Berbekal dari sejumlah keanehan yang terjadi itulah akhirnya pihak prajuru adat dan desa melakukan Piuning (bertanya secara niskala) dan menanyakan ke Sulinggih (Ida Peranda). Dan disebutkan, jika pohon ini memang pingit, dan ada yang berstana (menunggu/menjaga). Dimana beliau dipercaya hadir berstana di paling selatan wilayah desa, untuk menjaga (secara niskala) desa.

Sejak itulah, pihak desa membangun satu Palinggih lengkap dengan tembok penyeker di bawah pohon kelapa “Rangda” tersebut. Ada sudah sekitar delapan 8 tahun dibanguh palinggihnya. Dan sejak saat itupula warga atau petani yang melintas selalu memuja menghaturkan canang di tugu palinggih tersebut termasuk jika ada hari suci rahinan macam Purnama, Tilem,.Galungan, Kuningan atau hari rahinan lainnya warga setempat terlebih yang memiki sawah dan tegalan di sekitar pohon kelapa ini, akan menghaturkan banten dan bersembahyang.

Baca Juga : Penglukatan Dasa Mala Taman Sari di Banjar Sama Griya Dipercaya Menolak Bala

Adanya pohon kelapa “Rangda” ini, diyakini oleh masyarakat Bangunlemah Kangin sebagai keberkahan, mendatangkan kerahayuan jagat. Sebab, begitu dibangun palinggih dan dirawat, areal tegalan di sekitarnya diakui menjadi lebih subur. Pohon-pohon kelapa lainnya yang ada di sekitarnya juga menjadi lebih subur dan berbuah lebat. Hingga saat ini daun dari pohon kelapa ini baik yang masih hijau maupun menjadi janur, juga banyak dipakai warga untuk dijadikan sarana upacara yadnya, yang lebih dulu menghaturkan banten piuning.

“Ada waktu ini ada dari Gianyar ke sini ditunas (diminta) untuk keperluan banten Upacara Karya Ngenteg Linggih. Ditunas boleh dengan menghaturkan banten piuning dulu. Diambil sembarangan untuk keperluan pribadi baru tidak boleh, nanti yang ambil alami keanehan sendiri”, beber I Wayan Tama.

Sementara itu Kelian Dinas Dusun Bangunlemah Kangin, I Made Miasa menambahkan, semenjak adanya pohon kepala rangda ini dibuatkan pelinggih dan setiap ada upacara Piodalan Di Banjar Bangunlemah Kangin selalu dihaturkan banten sorohan (seeajen). “Semenjak disucikan keamanan dan ketentraman wilayah Banjar terjaga dan ada yang sempat melihat bahwa pohon kelapa yang aneh ini penunggunya ’Banaspati Raja”. pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *