KLUNGKUNG| PersIndonesia.Com- Serangkian Perayaan Rahina Tumpek Landep yang jatuh pada Saniscara Wuku Landep (Sabtu esok). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menggelar pameran Keris dan Pusaka Bali di Museum Semarajaya Kabupaten Klungkung, Jumat (29/12/2023).
Pameran Keris dan Pusaka Bali dibuka langsung Penjabat Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika yang dihadiri juga Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana dan Kepala OPD terkait lainnya.
Pj. Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika menjelaskan bahwa makna perayaan Tumpek Landep yaitu berasal dari kata Landep yang artinya lancip, runcing, tajam atau ketajaman. Dan secara harfiah diartikan senjata tajam seperti tombak dan keris.
Dimana Benda-benda tajam tersebut berfungsi sebagai senjata untuk menegakkan kebenaran. Oleh karena itu, benda-benda tersebut diupacarai dengan tujuan untuk memohon kepada Ida Shang Hyang Siwa Pasupati agar diberi ketajaman fikiran.
“Dengan ketajaman fikiran, sehingga dapat menjadikan orang yang berguna dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata agar nanti ketika ada event-event di daerah Klungkung harus melibatkan Warisan Budaya ini dalam sebuah kegiatan atraksi budaya sehingga semakin lestari dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga upaya pemajuan kebudayaan dapat kita selenggarakan dengan lebih baik ke depan, guna menguatkan dan meningkatkan eksistensi adat dan budaya Bali,” ungkap Jendrika.
Sementara Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana mengatakan Pameran Keris dan Pusaka Bali ini kegiatannya diselenggarakan selama 2 (dua) hari, dimulai tanggal 29 sampai dengan 30 Desember 2023.
Kegiatan pameran ini diselenggarakan secara gotong royong antara Pemerintah Kabupaten Klungkung dengan Komunitas Seni Semara Dwija yang beranggotakan 35 orang.
“Untuk jumlah keris yang dipamerkan ada kurang lebih 115 buah keris juga ada Benda Pusaka Bali lainnya”, pungkasnya.(*)






