Ratusan Penggemar Ayam Tumpah Ruah di Kontes Tinju Ayam Jember

Persindonesia.com Jember – Ratusan peserta yang tergabung dalam Perkumpulan Penggemar Ayam Jawa Timur memadati ajang Kontes Tinju Ayam atau Ayam Ketangkasan yang digelar di Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Berbagai jenis ayam petarung diikutsertakan dalam ajang ini.

Ketua panitia, Hartono, mengatakan bahwa kontes ini umumnya diikuti peserta dari luar kecamatan hingga luar kabupaten. “Kontes ini digelar dua kali dalam setahun. Kali ini, jumlah peserta mencapai lebih dari 750 orang dari berbagai daerah,” ujarnya, Minggu (23/02/2025)

Menurut Hartono, kontes bertujuan untuk menampung hobi para penggemar ayam, meningkatkan nilai jual ayam petarung, dan membuka lapangan pekerjaan melalui usaha peternakan ayam ketangkasan maupun ayam lokal. Selain itu, ajang ini diharapkan dapat mengurangi praktik judi ayam yang kerap terjadi secara ilegal.

Residivis Maling Bobol Warung Nenek di Pulukan, Gasak 3 Karung Beras

“Kontes ini memiliki aturan dan pola permainan tersendiri, berbeda dengan sabung ayam ilegal. Di sini, ayam diperlakukan layaknya atlet. Pertandingan dibagi ke dalam beberapa kelas, seperti kelas pemula, perorangan, serta kategori berdasarkan umur dan berat ayam. Taji ayam pun wajib dibungkus untuk menjaga keamanan,” jelasnya.

Hartono menambahkan, arena pertandingan dibuat dengan alas karpet dan ring yang terbuat dari bahan tidak keras demi mengutamakan keselamatan ayam. Penilaian pertandingan menggunakan sistem tiga hitungan: satu poin untuk pukulan yang mengenai lawan, dua poin untuk pukulan berdampak, dan lima poin untuk pukulan yang membuat ayam lawan kehilangan konsentrasi atau bergetar.

“Setiap ayam yang bertanding harus dalam kondisi sehat, jelas, dan terawat. Ayam yang menang akan dilelang dengan harga sesuai ketentuan yang berlaku. Durasi pertandingan berbeda-beda, yakni 15 menit untuk kategori perorangan dan 20 menit untuk kategori galatama atau tim,” imbuhnya.

Cabuli Anak Kandungnya, Seorang Ayah Diamankan Polres Kobar

Salah satu peserta, Oki Wijaya, mengaku senang dengan diadakannya kontes ini. Menurutnya, ajang ini menjadi kesempatan bergengsi untuk memperkenalkan daerah asal peserta dan menyalurkan hobi secara legal. “Kami senang karena ini bukan adu bebas dan tidak melanggar undang-undang,” ujarnya.

Oki yang datang bersama sepuluh rekannya dari Banyuwangi mengatakan, ayam yang diikutsertakan harus dirawat dengan baik, mulai dari dimandikan, dijemur secara teratur, dilatih fisik, hingga diberikan vitamin untuk menjaga stamina. “Yang terpenting, kontes ini bebas dari praktik perjudian dan dapat menyalurkan hobi kami. Di Banyuwangi sendiri, belum ada kontes ayam seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kosim, rekan Oki, menilai bahwa kontes ini dapat mendorong pertumbuhan UMKM di sektor peternakan ayam. “Ajang ini membuka peluang usaha bagi masyarakat untuk beternak ayam dan mempekerjakan orang lain sebagai perawat ayam yang akan dikonteskan di ajang-ajang berikutnya,” katanya.

Kebakaran Gudang Rongsokan di Klungkung Telan 1 Korban Jiwa dan Kerugian Ratusan Juta

Di sisi lain, Dedi, warga asli Tegal Besar, Jember, merasa gembira dengan adanya kontes ini. “Selain menyalurkan hobi, kami juga bisa bertemu dengan warga dari berbagai daerah dan saling bertukar pengalaman,” tuturnya. (Siswanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *