Persindonesia.com Jembrana – Akhirnya Kabupaten Jembrana mempunyai 2 dapur sehat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) diantaranya di Kecamatan Negara dan yang teranyar dan baru di resmikan di Kecamatan Pekutatan yang di kelola oleh Yayasan Pelita Prabu Kabupaten Jembrana. Sementara di kecamatan Negara yang sudah bejalan selama kurang lebih sebulan di kelola oleh Yayasan Boga Bahagia Jembrana (BBJ).
Dalam launching perdananya, distribusi makanan, menggunakan wadah plastik karena ompreng stainless atau wadah makanan berbaham stainless masih dalam proses pemesanan. Sebanyak 983 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), menjadi penerima MBG di Kecamatan Pekutatan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa perluasan program ini telah disesuaikan dengan kapasitas yayasan yang mengelola dapur makan bergizi gratis, yakni maksimal 3.500 orang.
Koster Puji Manajemen Hotel Bintang Lima di Badung, Komitmen Pasang Aksara Bali
“Hingga kini, program ini telah menambah 361 siswa sebagai penerima manfaat, sehingga total penerima MBG mencapai 3.470 siswa dari 19 sekolah,” terangnya, Senin (17/02/2025).
Sementara Ketua Yayasan Pelita Prabu Kabupaten Jembrana Gusti Putu Eka Darmaja mengatakan, adapun mekanisme distribusi MBG telah diatur agar berjalan efisien dan tepat waktu. Siswa TK dan SD menerima makanan mereka antara pukul 07.00 hingga 09.00 wita, sedangkan siswa SMP mendapat jatah makanan pada pukul 10.00 hingga 11.00 wita.
“Pengambilan wadah makanan dijadwalkan pukul 10.00 wita untuk siswa TK dan SD, serta pukul 12.30 wita bagi siswa SMP. Ini akan berlangsung selama lima hari kerja dalam seminggu, dengan menu spesial dan tambahan susu setiap hari Kamis,” jelasnya.
Siklon Tropis Zelia Picu Cuaca Ekstrem di Jembrana, BMKG Imbau Waspada
Lebih jelasnya Eka menyatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kapasitas dapur umum sehingga dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. TS






