Salut! Warga Yeh Embang Kauh Estafet Batu Demi Rampungkan Jembatan Perintis Garuda

Persindonesia.com Jembrana – Semangat gotong royong warga Banjar Sekar Kejula, Desa Yeh Embang Kauh, Kecamatan Mendoyo, mencuri perhatian dalam proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Jumat (1/5/2026). Puluhan warga terlihat turun langsung ke dasar sungai untuk mengangkut batu material secara estafet guna mendukung percepatan pembangunan jembatan tersebut.

Aksi swadaya masyarakat ini mendapat apresiasi dari Komandan Kodim 1617/Jembrana, Letkol Inf Sy Gafur Thalib, yang meninjau langsung lokasi pembangunan. Menurutnya, keterlibatan aktif warga menunjukkan tingginya rasa kepedulian masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

“Antusiasme warga luar biasa. Mereka secara sukarela ikut mengumpulkan material demi mempercepat proses pembangunan. Ini menunjukkan adanya rasa memiliki yang kuat terhadap fasilitas yang sedang dibangun,” ujar Letkol Inf Sy Gafur Thalib.

Berlibur ke Bali Tak Rugi, Ini Dia Sembilan Festival di Pulau Surga Pada Bulan Juni 2026

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan yang didorong pemerintah pusat. Kehadiran jembatan ini dinilai penting untuk membuka akses transportasi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Selama ini, warga di kawasan tersebut menghadapi keterbatasan akses, terutama saat mobilitas barang dan hasil pertanian. Karena itu, keberadaan jembatan baru diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarwilayah.

Dandim menegaskan, pembangunan jembatan tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga menjadi momentum mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat.

Program Badung Peduli Bawa Rasniathi Adi Arnawa Raih Penghargaan Nasional

“Jembatan ini nantinya akan sangat bermanfaat bagi warga. Jika akses semakin baik, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berkomitmen mengawal pembangunan ini sampai selesai,” tegasnya.

Kolaborasi antara personel TNI dan masyarakat di lokasi pembangunan pun menjadi gambaran kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Jembrana. Diharapkan, Jembatan Perintis Garuda nantinya tak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian warga dalam membangun daerahnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *