Persindonesia.com Jembrana – Setelah sempat menolak untuk di relokasi, setelah dilakukan dialog di Polres Jembrana Bupati Jembrana I Nengah Tamba dengan para perwakilan pedagang Pasar Umum Jembrana dengan hasil revitalisasi tetap dilaksanakan, akhirnya pedagang pasar mulai berkemas-kemas untuk berpindah menempati tempat relokasi di 2 tempat di Pasar Ijogading dan area parkir Pemkab Jembrana.
Pantauan awak media, akhirnya pedagang yang sempat menolak untuk pindah lantaran belum ada kesepakatan sebelumnya akhirnya mulai melakukan pembongkaran kios untuk dibawa ke tempat relokasi maupun dibawa kerumahnya. Sebagian pedagang juga mengaku mempunyai relokasi mandiri, mereka berjualan dirumahnya maupun di luar tempat relokasi.
Sementara pedagang ditempat relokasi area parkiran Pemkab Jembrana pindah dengan insiatif sendiri, mereka juga mengaku tidak kuat menahan kata-kata keras yang dilontarkan oleh pedagang lainnya. “Saya sudah tua dan mau berjualan dengan tenang tanpa ada intimidasi. Saya sudah dulu menyerahkan data agar dapat nomor undian, sehingga mendapatkan kunci,” ucapnya. Selasa (23/8/2023).
Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya yang berjualan sembako yang juga menolak menyebutkan namanya, dirinya juga sudah dulu menyerahkan data agar mendapatkan nomor undian, dan saat ini sedang mempersiapkan barang dagangannya di tempat relokasi, dirinya mengaku pindah lebih awal ke tempat relokasi agar istrinya bisa jualan tenang tanpa ada kekerasan. “Istri saya kesehatannya tidak terlalu bagus, tidak kuat menahan tekanan dari pedagang lainnya, sehingga memutuskan untuk lebih awal ke tempat relokasi,” terangnya.
Dirinya memang setuju pasar direvitalisasi, akan tetapi konsepnya tetap menggunakan pasar tradisional dan bukan sebagai pasar modern. “Saya berharap konsepnya seperti sebelumnya, jangan pedagang di kelompoknya agar tidak ada persaingan, ya seperti pasar tradisional lah, bercampur antara pedagang pakaian, pedagang buah dan sembako, tu menurut saya, biar tidak ada gesekan di pedagang,” ungkapnya.
Sementara terkait pengamanan, Kapolres Jembrana AKBP Dewa Gede Juliana mengatakan, telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjamin situasi tetap tertib dan kondusif selama proses relokasi dan pembongkaran dilakukan. “Untuk pengamanan kita sudah berkordinasi dengan Pemda kemudian juga dari para paguyuban, nantinya seperti harapan pak Bupati relokasinya dapat berjalan dengan tertib. Sehingga relokasi ini berjalan sesuai dengan timeline yang sudah ditentukan. Karena proses pembongkaran tentu membutuhkan waktu, kita amankan. Dan harapan kita betul-betul relokasi berjalan dengan kondusif,” ujarnya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan, jumlah pedagang yang sudah menempati tempat relokasi sebanyak 156 kios dan 90 los, total keseluruhan 449 unit di area parkiran Pemkab Jembrana. “Untuk di Pasar Ijogading itu sudah terisi penuh. Hingga hari ini di pedagang sudah 99 persen sudah berkemas-kemas untuk pindah ke tempat relokasi maupun mempunyai relokasi mandiri,” jelasnya.
Agus mengaku perhitungan awal, pihaknya menyiapkan 700 kios dan los sampai saat ini kekurangan sebanyak 70 unit. Pedagang yang relokasi mandiri sebanyak 22 pedagang, jadi sekarang hanya 50 unit yang kurang. “Kalau memang kurang, kita akan menyiapkan kembali anggaran kalau benar itu semua pedagang. Terkait laporan lisan hari ini Paguyuban Pasar berencana menyerahkan surat pengajuan tempat relokasi sebanyak 40 unit di areal parkir. semua pedagang memang sudah memohon, akan tetapi sampai saat mereka belum menyerahkan surat tersebut ke kami. perlu digaris bawahi smua pedagang harus semua ditampung. Kami juga sudah menyiapkan 13 untuk kendaraan truk,” pungkasnya. Dar






