Persindonesia.com Jembrana – Ulah para pemuda yang menolak limbah B3 medis dipelopori oleh Agus Budiono mendapat reaksi dari tokoh warga dan masyarakat, mereka tidak menerima pemasangan sepanduk yang berisikan karikatur penyuapan yang membuat ketersingungan masyarakat Dusun Munduk dan Kelapa Balian Desa Pengambengan, Senin (05/04/2021).
Agus Budiono selaku kordinator dan yang mengatasnamakan diri sebagai Ketua Pemuda Desa Pengambenga tersebut di panggil untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya tersebut. Mediasi yang langsung didampingi Kepala Lingkungan Bambang Suwahono bertempat di rumah Bapak Turik berlangsung alot.
Update Penanggulangan Covid-19, Senin, 05 April 2021
Mediasi tersebut juga di pantau oleh Anggota Polsek Negara beserta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Pengambengan.
Tokoh dan juga panutan warga Banjar Munduk Ketua Pondok Pesantren Darul Iksan Ustadz Sahidin merasa tidak terima atas pemasang sepanduk bergambar karikatur yang berbau unsur suap.
Polri Kerahkan Mobil Dapur Umum, Logistik, Kapal hingga Perahu Karet Bantu Korban Banjir NTT
Dengan tegas Ustadz Sahidin didampingi Haji Daeng ahli spiritual mengatakan, sebagai warga di sekitar sini dan pondok tidak pernah merasa ada bantuan apapun dan kami tidak pernah ikut berdemo terkait masalah limbah B3, ungkapnya pada media.
Suhardi menegaskan, masyarakat yang tidak terima atas isi pemasangan sepanduk ini pula menyarankan dengan tegas agar sepanduk itu dilepas dari daerahnya.
Gerimis Tak Jadi Halangan Polsek Cisauk Tuk Bagikan Masker Pada Masyarakat
“Cabut dan pindahkan karena warga sekitar pondok tidak pernah ikut dalam kegiatan demo atau orasi yang justru ini menyalahi aturan,” tegasnya.
Bambang Suwahono selaku Kaling bahkan menjelaskan tentang penandatangani dan ikut menyaksikan bagaimana pabrik itu akan berdiri dan sama sekali tidak seperti yang dikisahkan sangat berbahaya itu.
Ny Putri Koster: PKB Adalah Ajang Eksklusif IKM, Tonjolkan Produk-produk Primer
Sementara Agus Budiono menyatakan, tetap kukuh ingin penjelasan akan ijin dan penjelasan kepada masyarakat.
Mediasi ini berjalan lancar dan harapan dari tokoh masyarakat sekitar untuk mencabut sepanduk bergambar karikatur itu, maka sepnduk itupun dipindahkan ke barat. Ada sekitar 20 orang ikut mencabut sepanduk itu dan memindahkannya di tempat lain.
Wabup Patriana: Pilkel Serentak Agar Kondusif dan Taat Prokes
Proses ini sebenarnya menjadi catatan tersendiri dari aparatur untuk menindak tegas baik orasi dan pemasangan sepanduk sehingga tidak menimbulkan kesan provokasi yang justru bisa menjadi tindakan anarkis. (Sub/ed27)






