Persindonesia.com Badung – Pariwisata Bali menjadi yang paling terdampak oleh Covid-19. Suasana Bali yang sepi itu dirasakan oleh salah seorang wisatawan domestik asal Tangerang Selatan bernama Prabas dan istrinya. Menempuh jalur darat, mereka tiba di Bali pada 24 malam atau sehari jelang hari raya Natal.
Bupati Melawi Serahkan Penjabaran APBD 2021
Sejatinya, tanggal itu sudah merupakan puncak liburan wisatawan di Bali saat kondisi normal. Hanya tahun 2020 lalu, kondisi Pulau Dewata sepi bak kota mati.
Itu Bali sepi banget, semua toko pada tutup. Sepanjang Legian itu sepi kayak kota mati,” ujarnya saat dihubungi Rabu (6/1/2021). Tak hanya di Kuta dan Legian yang menjadi pusat keramaian turis, kawasan Uluwatu hingga Ubud juga sepi.
Di Pasar Kesenian Ubud misalnya, para pedagang yang biasanya melayani turis sampai banting harga dan memohon pada wisatawan lokal untuk membeli dagangannya. “Semua di Bali diskon. Hal yang paling saya sedihkan, istri saya suka kerajinan. Ke Pasar Kesenian Ubud ada tiga kali, sekarang kondisinya sudah 180 derajat. Mereka kayak begging sampai segitunya ke semua turis yang lewat,” ceritanya.
Pelantikan Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Bangka Belitung Di Hadiri Danrem 045/Gaya
Menurut salah satu masyarakat Bali yang ditemuinya, Pulau Dewata memang sudah sepi sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Namun, kondisinya perlahan mulai membaik di momen libur akhir tahun kemarin. “Soalnya dari bulan April seperti kota mati, sekarang sudah mulai pelan-pelan. Mulai rame, mereka masih bersyukur,” tutupnya.
Namun, tidak semua sisi Bali sepi bak kota mati. Kawasan turis populer baru di Canggu masih ramai dan disesaki oleh turis asing yang entah menetap atau tinggal sementara di Bali.
Hanya saja, Prabas melihat kalau masih banyak turis di daerah Canggu yang seliweran tanpa memakai masker. Untung saja, objek wisata di sana begitu ketat menerapkan prokes.
Kita ke Canggu aja, dari Kuta ke Canggu cuma sejam. La Brisa rame banget. Di sana harus pakai masker, tapi di sekitar La Brisa banyak yang nggak pakai masker. Di La Brisa banyak banget bule,” ujarnya. Melihat ramainya La Brisa serta turis yang seliweran di Canggu tanpa masker, Prabas dan istri beranjak ke Ubud. Di sana, ia mengaku kondisi lebih baik dan lebih tertib.
Polres Pangkalpinang Gelar Bimbingan Rohani dan Mental
Dari Kuta ke Ubud 1 jam juga, ternyata lebih adem dan banyak wisatawan yang pakai masker semua. Lebih taat dan banyak bulenya juga,” ujarnya.
Walau sama-sama menjadi destinasi favorit turis, nyatanya bule di Ubud malah lebih tertib memakai masker. Jumlahnya juga tak sebanyak di Canggu yang populer.
Selain itu, ia juga menyempatkan wisata ke Uluwatu hingga GWK yang populer. Di lokasi itu, suasana disebutnya juga cukup sepi.
“Hari keempat ke Uluwatu, di Uluwatu sepi banget, jam 1 siang cuma 5-6 mobil parkir,” tambahnya.
Kebijakan Pemerintah tentang PSBB, Pangdam IX/Udayana Gelar Vidcon Satuan Jajaran
Jalanan yang tadinya dipenuhi oleh restoran hingga mini market berganti menjadi tulisan closed hingga papan rolling door yang tertutup. Cukup menyedihkan, mengingat dahulu Bali begitu hidup oleh wisatawan. (Yudi)






