Persindonesia.com Jembrana – Sesuai permintaan pedagang dan janji Bupati Jembrana I Nengah Tamba terkait los pedagang yang sebelumnya 2×3 meter, setelah melalui rapat dengan Gubernur Bali dan Balai ukuran los akhirnya berubah.
“Saya bersyukur dari hasil review pembesaran ukuran los dapat terpenuhi. Review sudah ada kabar jadi sudah ada ukuran 3×4 sudah lebih dari seratus, 3×3 juga ada segitu.Saya rasa temen temen pedagang bisa menerima dengan bahagia,” ujar Bupati Tamba saat memantau pembongkaran di Pasar Umum Negara.
terkait proses pembongkaran pihaknya memastikan sedikit lagi lahan pasar bisa dirapikan untuk segera dibangun. “Kalau kita perhatikan hari ini sepertinya untuk hari H yang ditentukan oleh projek pemenang tender itu adalah bisa kita capai, tinggal ditambah alat berat saja ini persoalannya sudah selesai,” ungkapnya.
Wagub Cok Ace Buka Utsawa Dharma Gita Ke-31 Bali 2023
Bupati mengatakan revitalisasi dari pemerintah pusat ini sesungguhnya bermaksud baik mengingat kondisi Pasar yang sudah dibangun sejak tahun 1955 dinilai kurang layak. Revitalisasi juga dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi pasar agar lebih bersih nyaman dan ramai dikunjungi pembeli.
“Saya sebagai bupati tentu setiap saat kita ikuti perkembangannya agar berjalan lancar. Tentunya juga meminta maaf selama relokasi ada penurunan pembeli. Mohon bersabar, karena ini tujuannya baik untuk kita semua,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia merasa lega mengenai beberapa persoalan yang sempat terjadi,diawal proses pembongkaran dan pengosongan pedagang di pasar umum negara. Termasuk upayanya mengakomodir aspirasi pedagang akan ukuran los yang lebih luas.
Bersinergi Dengan PWI Jembrana, Polres Gelar Pelatihan Jurnalistik
Sementara itu terkait dengan penggeseran Pura Melanting Pasar Negara sesuai rencana gambar, pihaknya mengaku masih mengkoordinasikan. Ia tidak ingin terburu buru mengambil keputusan namun akan terus mengkomunikasikan dengan tokoh, pengempon termasuk mapinunas (mohon petunju) kepada griya/sulinggih.
“Ini masih dikomunikasikan agar bangunan pura melanting bisa dibangun baru, seperti bangunan pasar yang juga baru. kalau dilihat dari Asta Kosala-kosali, pura ini tempatnya memang tidak tepat, yang tepat sebenarnya ada di timur laut,” jelasnya
Menurutnya, tempat yang sekarang tempatnya di jaba bukan di utamaning utama. Karena bangunan ini bukan situs harusnya bisa digeser dengan urutan upacara yang benar. “Kita mencari tempat yang benar yakni di huluning hulu, namun teknisnya kami akan putuskan setelah meminta petunjuk,” ucapnya.






