Selebrasi Juara Liga Kampung Soekarno Cup III
DENPASAR Persindonesia.com – – Tim Kesebelasan Banteng Kota Denpasar keluar sebagai juara dalam Liga Kampung Soekarno Cup III/2026 Bali. Squad Kodya ini, berhasil mengalahkan Banteng Badung dengan skor 3:2 pada malam final di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Senin (25/5).
Pelatih Kepala Banteng Badung, I Nyoman Hery Palguna mengatakan, melawan Banteng Denpasar merupakan pertandingan luar biasa. “Tapi itulah sepakbola harus ada kalah dan menang, dan kami harus mengakui keunggulan dari Tim Banteng Denpasar,” katanya.
Dikatakan, para anak didiknya telah bermain sangat bagus, dan daya juang yang juga sangat bagus. “Tadi lebih banyak penguasaan bola oleh Denpasar, dan kami tetap berjuang. Dari beberapa peluang, mungkin belum bisa maksimal di-penyelesaian akhir, sehingga kita kalah mencetak gol,” ujarnya.
Disinggung apakah karena ada senioritas di Tim Banteng Denpasar? Pihaknya tak menampik hal tersebut. “Itu jelas terpengaruh. Tapi kami mengakui kerjasama tim dari Denpasar itu lebih kuat,” pungkasnya.
Salah satu pemain Badung, Aditya Putra Pratama mengaku bersama rekan-rekannya telah bekerja keras. “Saya berjuang dengan Tim Banteng Badung. Kami kerja keras dan latihan setiap hari. Kami nanti tidak akan menyerah lagi, dan tahun depan akan kami coba lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Banteng Denpasar, AA Ketut Bramastra menyampaikan puji syukur terhadap perjuangan anak didiknya. “Ini gelar kedua kalinya yang diraih adik-adik dari DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan kerja keras. Bahkan, melakukan analisa menjelang final. “Tim ini kami persiapkan 1,5 bulan, dan setiap hari kami latihan secara kontinyu,” katanya.
Disinggung terkait sempat dikejar oleh Banteng Badung, Couch Bramastra mengatakan bahwa sempat terjadi lost control dan komunikasi pemain di belakang, sehingga menyebabkan kebobolan.
Terkait Soekarno Cup di Surabaya, pihaknya akan mematangkan kembali Squad Kodya. “Kami akan kembali melakukan seleksi. Karena kualitas pemain yang kami inginkan itu adalah level nasional,” tandasnya.
Selain meraih juara, seorang pesepakbola Banteng Badung, yakni Kenzie Radhitya berhasil meraih top skor dengan mencetak 11 gol.
“Sebenarnya Kenzie ini bukan striker, dia striker palsu. Syukurnya Kenzie dibimbing oleh rekan-rekan seniornya bahwa dia bisa. Intinya Kenzie bisa menjadi top skor berkat bantuan rekan-rekannya.
Sementara itu, Kenzie mengaku senang raihan tersebut. “Saya merasa senang bisa mendapatkan top skor, dan ini juga berkat dukungan teman-teman saya,” singkatnya. (*)






