Persindonesia.com Batam – Jenazah Andri Sirait Saat di halte sudah kondisi babak belur. Andri Sirait (20) di temukan dalam kondisi babak belur di belakang pas Halte Putri Tujuh, Batuaji, pada Sabtu (10/10) sekira pukul 15.42 wib kemarin.
Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah(RSDU-EF), tapi nyawa Andri tidak bisa ditolong lagi.
Informasi yang dirangkum oleh pihak media selanjutnya Andri sudah tidak pulang ke rumah selama tiga hari. Keseharian korban bekerja sebagai pengamen. Ia tinggal bersama orang tuanya di sekitar Tembesi Lestari, Kecamatan Sagulung
Saat ditemukan warga, kondisi wajah Andri terdapat bercak darah yang keluar dari hidungnya, lalu kelopak mata serta bibirnya sudah menghitam. Dari mulutnya juga keluar busa berwarna kekuningan.
“Tampaknya Andri merupakan korban pengeroyokan. Sebab di sekujur tubuhnya ada bekas pukulan hingga babak belur,” kata Leo, seorang warga.
Setelah mengetahui adanya korban yang diduga pengeroyokan, Andri langsung dibawa ke RSUD-EF Batuaji untuk mendapatkan pertolongan medis. Tapi naas, nyawa Andri tidak bisa ditolong lagi.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan selurel maupun whatshap, Kapolsek Batuaji, Kompol Ganjar belum bisa memberikan jawaban kepada media.
Namun informasi terakhir yang diperoleh para media pihak kepolisian sudah mengamankan tiga terduga pelaku pengeroyokan.
Kini pemuda tanggung itu masih di amankan ke Mapolresta Barelang. Sampai berita ini di turunkan , belum diketahui pasti apa akar permasalahan pengeroyokan itu tersebut. (Jefri Batam)






