Ogoh Ogoh Kala Kuta ST.Sri Yadnya Banjar Badung Desa Sibang Gede
SIBANG GEDE Persindonesia.com – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 (2026), Desa Sibang Gede kembali menggelar tradisi Pengerupukan dengan pawai ogoh-ogoh yang berlangsung meriah di sepanjang jalan raya desa, pada malam sebelum Nyepi. Kegiatan ini menjadi rutinitas tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat setempat.
Seluruh banjar di Desa Sibang Gede turut ambil bagian dalam pawai tersebut, menampilkan berbagai ogoh-ogoh dengan tema dan kreativitas yang beragam. Salah satu yang mencuri perhatian datang dari ST. Sri Yadnya, Banjar Badung, dengan ogoh-ogoh berjudul “Kala Kuta”.
Ogoh-ogoh ini menampilkan sosok raksasa menyeramkan berbentuk siput raksasa yang digambarkan hidup di dasar samudra. Dalam cerita yang diangkat, Kala Kuta merupakan jelmaan seorang petapa sakti yang terkena kutukan akibat penyimpangan perilaku dan kekuatan yang disalahgunakan.

Kisah ini juga menghadirkan tokoh Bima, salah satu ksatria Pandawa, yang tengah menjalankan perjalanan suci mencari Tirta Pawitra. Dalam perjalanannya, Bima harus menghadapi Kala Kuta yang menghalangi jalannya.
Pertarungan sengit pun digambarkan melalui visual ogoh-ogoh tersebut. Bima dengan senjata gada dan kuku Panca Naga berusaha melawan kekuatan Kala Kuta. Bahkan dalam cerita, Bima sempat ditelan oleh raksasa tersebut. Namun dengan kesaktiannya, Bima mampu merobek perut Kala Kuta dari dalam menggunakan kuku Panca Naga hingga akhirnya berhasil keluar dan mengalahkan musuhnya.
Penampilan ogoh-ogoh “Kala Kuta” tidak hanya memukau dari segi bentuk, tetapi juga sarat makna filosofis tentang pertarungan antara dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan). Karya ini menjadi salah satu simbol bahwa kebenaran dan keteguhan hati akan selalu mampu mengalahkan kegelapan.

Pawai ogoh-ogoh ini pun berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme warga, sekaligus menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara Nyepi sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif.
Usai kegiatan, Kelian Banjar Banjar Badung : Agus Parta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Ia mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dukungan masyarakat sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Ke depan, ia berharap semangat gotong royong dan kebersamaan ini dapat terus dipertahankan agar setiap kegiatan adat dan budaya dapat terlaksana dengan baik dan sukses.
Fideo : Agus Parta.






