Ogoh-Ogoh “Gegodan Tilotama” ST. Eka Darma Tampil Epic di Pengerupukan Nyepi Desa Sibang Gede

Ogoh-Ogoh Gegodan Tilotama banjar Bantas Desa Sibang Gede 

SIBANG GEDE Persindonesia.com – Suasana Pengerupukan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka di Desa Sibang Gede berlangsung semarak dengan pawai ogoh-ogoh yang digelar di sepanjang jalan desa. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Banjar Bantas melalui karya Sekaa Teruna (ST) Eka Darma yang mengusung tema “Gegodan Tilotama.”

Ogoh-ogoh ini tidak hanya menonjol dari segi bentuk visual, tetapi juga dikemas dengan pertunjukan tarian yang epic, dramatis, dan penuh penghayatan, sehingga berhasil memikat perhatian masyarakat yang memadati jalur pawai.

Mengangkat cerita klasik Bali, “Gegodan Tilotama” mengisahkan sosok bidadari cantik bernama Tilotama yang diciptakan oleh para dewa sebagai wujud kesempurnaan. Ia memiliki tugas untuk menggoda seorang pertapa sakti yang tengah menjalani tapa brata, namun mulai menunjukkan kesombongan dan berpotensi menyimpang dari jalan dharma.

Dalam pementasan tersebut, Tilotama digambarkan hadir dengan tarian anggun dan penuh pesona. Gerakannya yang lembut namun kuat secara emosional menjadi simbol godaan duniawi yang sulit dihindari. Sementara itu, tokoh pertapa ditampilkan dalam konflik batin antara menjaga kesucian diri atau menyerah pada godaan.

Alur cerita yang dibawakan menggambarkan bagaimana godaan perlahan menggoyahkan keteguhan sang pertapa. Pesan moral yang disampaikan pun sangat kuat, yakni pentingnya pengendalian diri, menjaga pikiran, serta tetap teguh pada dharma di tengah berbagai godaan kehidupan.

Penampilan ST. Eka Darma ini pun menuai banyak apresiasi dari masyarakat yang hadir. Sorak tepuk tangan dan antusiasme penonton mengiringi jalannya pementasan dari awal hingga akhir.

Salah satu warga Banjar Bantas, Pak JJ, mengaku sangat terkesan dengan penampilan ogoh-ogoh tahun ini. Ia menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaannya atas kekompakan para pemuda.

“Saya sangat terkesan dan senang dengan penampilan ogoh-ogoh dari banjar kami. Respon masyarakat juga luar biasa, banyak mendapat aplaus. Ini semua berkat kebersamaan kami bersama ST. Eka Darma, sehingga bisa sukses seperti sekarang,” ungkapnya.

Pawai ogoh-ogoh ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas seni, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Keberhasilan penampilan “Gegodan Tilotama” menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi generasi muda tetap terjaga dalam melestarikan budaya Bali.

Dengan semangat tersebut, tradisi Pengerupukan di Desa Sibang Gede terus hidup sebagai warisan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan nilai-nilai kehidupan.

Berikut Fideo singkat Ogoh-Ogoh Gegodan Tilotama – Banjar Bantas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *