Persindonesia.com Jembrana – Kebutuhan darah tiap harinya kian meningkat di Kabupaten Jembrana, sehingga stok darah menjadi menipis dan bahkan sampai kosong, jalan terkahir hanya bisa mencari pendonor, akan tetapi kebanyakan masyarakat belum sadar akan manfaat mendonorkan darahnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, PMI Jembrana kerap melakukan sosialisasi dan donor darah sukarela ke banjar dan desa di Kabupaten Jembrana hal tersebut bertujuan untuk memenuhi permintaan akan darah yang tinggi di Kabupaten Jembrana.
Sudah Teridentifikasi, Seluruh Korban Kebakaran Tambora Diserahkan ke Keluarga
Saat dikonfirmasi awak media Kabid Pencarian Pelestarian Donor Darah Sukalera (P2DDS) UTD PMI Jembrana, Gusti Agung Made Putera Wijaya saat usai kegiatan donor darah di Desa Tegal Badeng Timur mengatakan, untuk memenuhi permintaan darah yang setiap harinya semakin tinggi, pihanya mengadakan kegiatan donor darah sukarela.
“Seiring berjalan waktu, setelah dilakukan sosialisasi masyarakat menjadi sadar akan manfaat mendonorkan darahnya. “Akhir-akhir ini pendapatan darah dari donor darah sukarela terjadi peningkatan di Jembrana, akan tetapi permintaan darah juga semakin meningkat,” terangnya. Minggu (21/8/2022).
Vaksinasi Door To Door Untuk Disabilitas, Babinsa Batuagung Beri Pendampingan
Menurutnya, meningkatnya permintaan darah itu datangnya dari pasien cuci darah yang awalnya pasien dirujuk ke RSUD Sanglah dan sekarang ditangani oleh RSU Negara, selain itu di RSU Bali Med juga ada. “Untuk saat ini, permintaan cuci darah memang meningkat tajam,” jelasnya
Dari permintaan darah, lanjut Wijaya pasien yang sudah terjadwal rutin cuci darah bervariasi antara 2 atau 3, bahkan 4 kantong, itu hanya untuk 1 pasien. “Perharinya sekali masuk lumayan banyak, rata-rata perhari berkisar 10 sampai 20 kantong. Untuk memenuhi persediaan darah, biasanya kita menghubungi rumah sakit terdekat seperti RSU Tabanan sampai ke RSU Sanglah,” katanya.
Singgah di Parkiran Pura Jagatnatha, Tas Korban Dibawa Kabur Pencuri
Yang menjadi persoalan, imbuh Wijaya, sulit dicarinya golongan darah AB, golongan darah semacam ini sangat sedikit, kalau pun ada, pihaknya membuatkan komunitas. “Kita buatkan komunitas dan meminta nomor telpon si pendonor agar keepan jika ada permintaan darah golongan AB, kita bisa hubungi mereka. Kami tidak menyetok golongan darah AB dikarenakan jarang yang membutuhkan, akan tetapi untuk berjaga-jaga kita juga tetap menyediakan stok,” ucapnya.
Terkait banyaknya pertanyaan dimasyarakat terkait pasien membayar untuk darah, ia mengaku, pembiayaan tersebut diperuntukan untuk biaya pengganti pengolahan darah. Darah yang baru dapat dari pendonor, terlebih dahulu di cek sterilisasinya. “Untuk pengecekan golongan darah dilakukan 4 lapis agar memastikan darah tersebut bersih terhindar dari penyakit menular,” ujarnya.
Polres Bondowoso Berhasil Mengamankan Pelaku Diduga Pengedar Narkoba Jenis Sabu
Lebih lanjut Wijaya mengatakan, untuk mengamankan persediaan darag yang diambil dari pendonor, pihaknya sudah melakukan kampanye melalui sosial media dan juga pertahun ini melakukan kampanye melalui webside untuk memotivasi masyarakat agar ikut donor. “Kita punya program yang diberi nama Mata Hati, setiap bulannya mulai dari Kecamatan Melaya sampai Pekutatan kita melakukan sosialisasi dan donor darah baik di banjar maupun di desa,” pungkasnya. Vlo






