Persindonesia.com Jembrana – Terkait kejadian ternak hewan sapi dan kerbau yang mati karena diduga terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa waktu lalu, Pemkab Jembrana terus kebut vaksinasi, Hingga pertengahan bulan Agustus 2025 ini, hewan ternak sapi dan kerbau yang baru divaksin hampir 5 ribu ekor.
Data yang diperoleh dari Bidang Keswan-Kesmavet Jembrana, tercatat populasi sapi di Jembrana sebanyak 37.052 ekor, sementara kerbau sebanyak 590 ekor. Dari jumlah tersebut, ternak yang sudah tervaksin hingga Senin 11 Agustus 2025 kemarin sebanyak 4.998 ekor di seluruh wilayah. Artinya, baru sekitar 13,5 persen dari total estimasi populasi.
Saat dikonfirmasi, Kabid Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta mengatakan, pihaknya akan terus menggencarkan vaksinasi di seluruh Kabupaten Jembrana. “Kami gencarkan (vaksinasi PMK). Jika sesuai target kita tahun ini sekitar 90 persen. Kami optimis pasti tercapai,” terangnya, Rabu (20/8)
Menurutnya, setelah adanya laporan tiga ekor ternak warga yang mati beberapa waktu lalu, pihaknya kembali menerima laporan dua ekor ternak menderita sakit yang sama, akan tetapi kondisi ternak tersebut sudah mulai pulih.
Peluncuran B-Bot Tandai Langkah Nyata Inovasi Penanganan Sampah Pesisir di Badung
“Kemarin masih proses penyembuhan dan sudah mulai pulih. Kami intens untuk berkoordinasi dengan pemilik ternak untuk melakukan penanganan,” jelasnya.
Lebih jelasnya, Sugiarta mengatakan, terkait adanya ternak mati karena dugaan PMK di Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo, pihaknya bakal melakukan vaksinasi setelah ternak warga setempat pulih sepenuhnya. “Setelah semua ternak dalam keadaan fit, tentunya kita laksanakan vaksinasi,” pungkasnya. Ts






