Upacara Spiritual Panguring Sadu di Tanah Lot, IGN Jaman : Siap Sekala Niskala Jaga Bali dan Budayanya

Upacara spiritual Panguring Sadu di Pura Tanah Lot, 

TABANAN Bali, Persindonesia.com (Sabtu 16/05/2026) – Organisasi spiritual Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa “Panguring Sadu” melangsungkan upacara sakral dan penuh khidmat di kawasan suci Pura Tanah Lot, Kabupaten Tabanan. Upacara ini digelar sebagai bentuk pelaksanaan sabda spiritual yang diterima langsung oleh pendiri Panguring Sadu melalui wahyu Dewa Siwa Dua.

Dalam sabda tersebut, seluruh anggota Panguring Sadu dipanggil untuk hadir bersama menerima panugrahan berupa berkat perlindungan spiritual sekaligus pengesahan bendera baru organisasi Panguring Sadu. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan spiritual organisasi, yang diyakini membawa energi penyucian, persatuan, dan keselamatan bagi seluruh para muridnya.

Prosesi berlangsung khidmat dipimpin langsung oleh pendiri Panguring Sadu I Gusti Ngurah Jaman (IGN Jaman) sebagai penerima wahyu serta petugas spiritual yang bertugas langsung di bumi. Kehadiran para anggota dari berbagai daerah menambah suasana sakral dalam rangkaian upacara yang dipenuhi doa, persembahyangan, dan penyampaian pesan-pesan spiritual untuk kehidupan umat ke depan.

Upacara dilaksanakan disore hari menjelang Tilem yang disebut sebagai hari keramat menurut “Hukum Penciptaan” yang diyakini dalam ajaran Panguring Sadu. Dalam kesempatan tersebut, IGN Jaman menyampaikan, kegiatan itu merupakan pelaksanaan sabda yang diterima dari Dewa Siwa Dua untuk organisasi “Panguring Sadu” yang baru lahir di Bumi Nusantara, khususnya Bali.  “Hari ini merupakan hari yang keramat menuju Tilem hari merupakan “Hari Dewa Dunia” menurut hukum penciptaan. Sesuai sabda dari Dewa Siwa Dua, organisasi Panguring Sadu diminta hadir di Pura Tanah Lot guna pengesahan, melakukan pengelukatan, Pemasupatian Bendera Panguring Sadu serta menerima berkat,” ujar sang Pendiri : IGN Jaman kepada media ini.

Dijelaskan, para peserta yang hadir merupakan perwakilan umat dari berbagai daerah yang datang untuk mengikuti prosesi spiritual dan menerima panugrahan atau berkat secara bersama-sama. Menurutnya, Panguring Sadu dipersiapkan menjadi garda terdepan menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan menjaga keseimbangan spiritual masyarakat Bali. “Terkait organisasi Panguring Sadu, semuanya bersumber dari wahyu Dewa Siwa Dua, termasuk sabda nama Panguring Sadu. Ke depan, Panguring Sadu siap menjadi garda terdepan menghadapi turunnya wabah Kedaung Sangklung atau Gering Gerubug Kajalang, yang melandana dunia” ungkapnya.

IGN Jaman menambahkan, Panguring Sadu memiliki makna sebagai kumpulan umat di Bali untuk mencari keteguhan batin, keteduhan jiwa, dan kedamaian hidup. Organisasi ini digagas dan didirikan sejak tahun 2024 sebagai wadah spiritual masyarakat Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada Oktober 2026, Panguring Sadu disebut telah menempuh proses legalitas mulai dari tingkat banjar, desa, hingga Pusat, mendapatkan inventarisasi legalitas di tingkat pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. “Panguring Sadu bukan aliran sampradaya. Organisasi ini hadir untuk memperkuat spiritualitas umat serta menjaga adat dan budaya Bali dari berbagai pengaruh negatif. Mari kita bersama-sama menjaga Bali secara nyata, bukan hanya teori dan omongan belaka,” tegas IGN Jaman.

Setelah prosesi pelukatan dan penerimaan berkat di Pura Tanah Lot selesai dilaksanakan, rombongan kemudian melanjutkan rangkaian upacara menuju Kalingga di Tabanan. Di lokasi tersebut dilaksanakan upacara lanjutan secara khusus bagi anggota Panguring Sadu, termasuk prosesi bendera yang sudah disucikan/dipasupati/disahkan, ritual dilaksanakan di depan Kalingga/Patung Dewa Siwa Raja.

Panguring Sadu berati Kumpulan umat yang ada di Bali untuk mencari suatu keteguhan batin, intinya Panguring Sadu adalah tempat untuk mencarai keteduhan jiwa /batin, untuk mencari sebuah kedamaian.

Bendera Panguring Sadu

Secara khusus ditekankan, Panguring Sadu telah memiliki surat inventarisasi legalitas sebagai sebuah oranisasi penghayat kepercayaan kepada tuhan yang maha esa, dan panguring Sadu bukan Aliran Sampradaya. Panguring Sadu juga akan menjadi garda terdepan untuk menjaga Adat dan budaya bali dari pengaruh pengaruh negatih dan juga sampradaya. marikita menjaga bali ini sebagai masyarakat dan juga bagi pemerintah mari kita menjaga bali dari berbgai himpitan secara nyata buakan teori dan omong omong belaka. Demikian IGN Jaman Pendiri Panguring Sadu

Seusai acara pelukatan umat penerimaan berkat, rombongan melajutkan upacara kembali ke Kalingga di Tabanan, dikalingga dilaksanakan upacara secara khusus kepada para anggota panguring sadu, bendera dan segala kelanjutan upacara di depan kalingga/Patung Dewa Siwa Raja.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa spiritual yang kental sebagai simbol persatuan umat Panguring Sadu Nusantara dalam menjaga keharmonisan batin, budaya, dan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali.

@IB.Karang*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *