TP Posyandu Bali Perkuat Peran Kader di Bangli Lewat Program “Membina dan Berbagi”

Kegiatan “Membina dan Berbagi” yang dilaksanakan di Bangli

BANGLI Persindonesia.com — Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Provinsi Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan masyarakat melalui kegiatan “Membina dan Berbagi” yang dilaksanakan di Desa Bangbang dan Desa Abangsongan, Kabupaten Bangli, pada Rabu (22/4).

Dalam kegiatan tersebut, TP Posyandu menyalurkan sebanyak 140 paket sembako kepada para kader Posyandu. Rinciannya, 80 paket diberikan kepada kader di Desa Bangbang dan 60 paket untuk kader di Desa Abangsongan. Selain itu, bantuan juga mencakup 4.200 kilogram beras, 8.400 butir telur, serta 280 kotak susu.

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dengan TP Posyandu kabupaten/kota. Ia menegaskan bahwa desa penerima bantuan telah melalui proses verifikasi agar distribusi dapat berjalan tepat sasaran dan merata.

Tidak hanya penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu. Putri Koster mengungkapkan bahwa perubahan regulasi melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 memperluas cakupan layanan Posyandu. Kini, Posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga meliputi pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta bidang sosial.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber. Ia mendorong para kader Posyandu untuk menjadi pelopor dalam Gerakan Bali Bersih Sampah dengan memberikan contoh nyata di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, lingkungan yang bersih merupakan fondasi utama kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk secara konsisten memilah sampah organik, anorganik, dan residu sebagai bagian dari upaya bersama mengatasi persoalan sampah.

Kegiatan di Desa Abangsongan yang berlangsung di Gedung Serbaguna setempat juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemahaman pengelolaan sampah dan pola hidup sehat.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, menegaskan bahwa transformasi Posyandu diarahkan agar lebih adaptif, responsif, dan berbasis data. Menurutnya, Posyandu harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, cepat tanggap terhadap permasalahan, serta menjadikan data sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan desa.

Di sisi lain, Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh TP Posyandu Provinsi Bali. Ia menilai bantuan tersebut menjadi dorongan semangat bagi para kader untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Posyandu semakin berkembang sebagai pusat layanan masyarakat yang tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga berperan dalam berbagai aspek kesejahteraan sosial.   @K*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *