Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster.
Denpasar Persindo, 24 Januari 2026 – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali mematangkan rencana kerja tahun 2026 melalui Rapat Teknis Koordinasi yang berlangsung di Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/1). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster.
Hadir dalam rapat tersebut para Ketua TP Posyandu dari kabupaten/kota se-Bali, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, serta sejumlah pejabat dan pengurus Posyandu tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Rapat bertujuan untuk memperkuat sinergi program antara TP Posyandu Provinsi dan kabupaten/kota, sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan, pemantauan, dan evaluasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ibu Putri Koster menekankan pentingnya koordinasi yang berjenjang dari provinsi hingga desa/kelurahan. “Koordinasi dan sinergitas menjadi kunci. Program yang dirancang di tingkat provinsi harus sampai ke kabupaten/kota, kecamatan, dan desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Untuk 2026, TP Posyandu Provinsi Bali menyiapkan sejumlah program utama, termasuk pembinaan dan sosialisasi enam bidang SPM oleh pengurus dan penyaluran bantuan bagi kader Posyandu berupa beras, susu, dan telur. Program ini menyasar seluruh kader Posyandu di sembilan kabupaten/kota se-Bali dan dibagi menjadi dua tahap sepanjang tahun.
Selain itu, kegiatan Bina Posyandu tetap menjadi fokus untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial kader serta pengurus Posyandu. Program ini menargetkan ribuan kader agar layanan Posyandu enam SPM lebih optimal.
Dalam rangka Hari Posyandu tingkat provinsi, TP Posyandu Bali juga menyelenggarakan berbagai lomba, seperti lomba PSP PSBS, lomba Tim Pembina, dan lomba Telajakan, sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi PSBS serta kegiatan Kulkul Posyandu/PKK untuk memperkuat koordinasi antarpegiat.
Ibu Putri Koster menegaskan pentingnya pertemuan rutin untuk mengevaluasi program: “Evaluasi sebaiknya dilakukan setidaknya sebulan sekali agar program Posyandu semakin tepat sasaran dan berdampak luas.”
Tahap awal pelaksanaan dimulai dari penyampaian bahan dan informasi dari provinsi ke kabupaten/kota, lalu diteruskan ke kecamatan hingga desa/kelurahan. Dengan sinergi lintas tingkat, diharapkan gerakan gotong royong di tingkat rumah tangga semakin kuat dan menjadi fondasi layanan Posyandu di Provinsi Bali.*






