Surabaya, Persindonesia.com — Peristiwa tragis terjadi di kawasan Jalan Kedinding Lor, Surabaya, pada Selasa (20/5/2025), saat seorang pria bernama Salamullah (30), warga Bulak Banteng Madya Gang 10 No. 35, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, ditemukan tewas dengan luka bacok parah di belakang Masjid Shirothol Mustaqim.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah rekaman CCTV memperlihatkan korban yang diteriaki maling oleh warga sekitar. Dalam kondisi panik, korban yang mengenakan baju putih dan sarung terlihat berlari memasuki area masjid. Namun tak lama kemudian, beredar foto-foto di media sosial yang menunjukkan tubuh korban sudah bersimbah darah dengan luka terbuka di dada dan tangan yang nyaris putus.
Ahmad Rifai, S.H., Ketua RW 9 Kelurahan Sidotopo Wetan sekaligus kuasa hukum keluarga korban, menilai kejadian ini sangat janggal. Ia mempertanyakan alasan di balik teriakan maling yang berujung pada kematian tragis tersebut.
“Kalau benar dia mencuri, mana buktinya? Kenapa harus sampai kehilangan nyawa dengan luka bacok yang begitu parah, bahkan tangannya terputus? Ini harus menjadi perhatian serius pihak kepolisian,” tegas Rifai.
Ia juga menyebutkan, dari analisis awal, kemungkinan besar pembunuhan dilakukan oleh satu orang, bukan amukan massa. Rifai meminta agar kasus ini ditangani secara serius oleh Polsek Kenjeran dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
“Jangan sampai hukum bisa dipermainkan oleh oknum tertentu. Masyarakat terlalu mudah meneriakkan maling, yang justru bisa menghilangkan nyawa seseorang,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.
(Red-Sam/timsby)






