Persindonesia.com Jembrana – Pasca jebolnya jalan di depan Pasar Bajra, Tabanan truk yang masuk Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk menuju Denpasar bertahan di Terminal Kargo dan areal jembatan timbang (UPPKB) Cekik, Gilimanuk. Banyak truk memilih parkir ketimbang mengikuti intruksi pengalihan jalur menuju Denpasar melalui jalur Singaraja.
Puluhan truk parkir mulai Kamis malam memilih parkir sementara, beberapa truk juga melakukan transfer muatan ke kendaraan yang lebih kecil lantaran truk besar kesulitan melintas di jalur Singaraja menuju Denpasar
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana, I Ketut Wardana Naya, mengungkapkan bahwa lahan parkir di Terminal Kargo Gilimanuk memang disiapkan untuk keperluan istirahat serta bongkar-muat kendaraan barang, termasuk truk-truk besar.
Beri Instruksi Langsung, Bupati Kembang Perintahkan Perbaikan Stadion Pecangakan Jembrana
“Kita menyediakan lahan parkir untuk istirahat atau bongkar muat. Saat ini lahan masih tersedia banyak, karena total luasnya lebih dari 3 hektar dan bisa menampung lebih dari 100 truk jika diatur dengan baik,” jelasnya, Jumat (11/7).
Situasi serupa juga terjadi di area UPPKB Cekik. Menurut Pengawas Satpel UPPKB Cekik, I Made Ria Fran Darma Yudha, sejak diberlakukannya pengalihan arus ke jalur Singaraja, sejumlah truk besar parkir sementara di Cekik dan memindahkan muatan.
“Medan di jalur Singaraja cukup berat untuk truk besar, terutama yang bertonase tinggi. Karena itu beberapa sopir memilih melakukan transfer muatan ke kendaraan yang lebih kecil,” ujarnya.
3 Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Teridentifikasi, Satu WNA Malaysia Ditemukan di Perancak
Sementara itu, Kepala Induk III PJR Gilimanuk, AKP I Ketut Suartawan, menyatakan bahwa sejak jalan di Bajera rusak, truk dengan sumbu tiga ke atas yang masuk ke Gilimanuk sebagian besar berhenti dan parkir di sekitar pelabuhan.
“Hingga Jumat pagi belum ada truk kontainer 40 feet ke atas yang masuk ke Gilimanuk dari Jawa. Kita tetap mengimbau agar kendaraan besar tidak melintas jalur Singaraja karena tidak memungkinkan,” ungkapnya.
Ia menduga, imbauan larangan melintas juga telah disampaikan kepada sopir sejak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. “mungkin informasi jebolnya jalan di Pasar Bajra juga sudah tersiar di Banuwangi,” pungkasnya. Ts






