Usai Atur Piuning, Banjar Gebog Bebalang Potong Dahan Beringin Pura Puseh

Bangli,PersIndonesia.Com- Sebuah pohon beringin berusia puluhan tahun yang ada di Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli  akhirnya dilakukan pemotongan pada dahan pohon setelah melalui kesepakatan.

Kegiatan pemotongan dahan pohon beringin dengan posisi miring ke jalan yang berlokasi di Jalan Merdeka dilakukan oleh krama Banjar Gebog Desa Adat Bebalang dilaksanakan seusai prosesi upacar ritual mapinunas (memohon) keselamatan terlebih dahulu.

Baca Juga : Astaga! Bayi Perempuan Ditemukan Tergletak di Garase Warga Tamanbali Bangli

Menurut Kelian Adat Bebalang, Sang Nyoman Damiarta mengatakan sebelum melakukan pemotongan dahan pohon beringin, pihaknya terlebih dahulu mengelar pauman alit (rapat kecil) bersama dulu dulu (tokoh masyarakat) dan disetujui.

Selanjutnya untuk mencari kesepakatan yang lebih luas, kami kemudian melakukan paruman agung yang dihadiri oleh seluruh krama Banjar Gebog Bebalang yang berjumlah 400 orang. “Hingga akhirnya disepakati untuk melakukan pemotongan dahan pohon beringin di Pura Puseh ini”, ujarnya dikonfirmasi saat kegiatan pemotongan, Selasa (14/1/25).

Ia juga menyampaikan sebelum proses pemotongan dimulai terlebih dahulu dilaksanakan upacara matur piuning dengan tujuan untuk memohon kelancaran dalam melaksanakan pemotongan, apalagi kegiatan ini berada di kawasan tempat suci. Selain itu tepat hari ini juga rahinan purnama.

Kegiatan pemotongan dilakukan, mengingat saat ini musim penghujan, kami khawatirkan dengan guyuran curah hujan deras pohon beringin semakin berat, sehingga dahan-dahan yang besar mudah patah dan tumbang.

“Kami melakukan ini untuk menghindari adanya pohon ataupun dahan tumbang yang berakibat fatal bagi masyarakat dan pengguna jalan. Saat ini musim hujan belum lagi nanti sasih kewulu datang angin bertiup kencang”, kata Sang Nyoman Damiarta.

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti DLHP dan Kepolisian. Dan tadi pagi mereka hadir disini, karena kegiatan berlangsung hingga sore kami sepakati mereka untuk pulang dan kembali besok.

Terkait usia pohon beringin yang ada tersebut, diakuinya sudah ada sebelum dirinya lahir dan sudah di dapati. ” Bahkan Penglinsir tiyang ne ten kari sampun napetan pohon niki pak”, imbuhnya dalam bahasa bali.

Baca Juga : Umat Hindu Polres Bangli Sembahyang Bersama Purnama Kepitu

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Kedaruratan BPBD Bangli, Agus Astapa mengatakan terkait adanya penebangan pohon beringin di Bebalang laporan sudah diterima. Karena sifatnya tidak darurat dan masyarakat bisa menangani, kita serahkan ke masyarakat.

Anggota kami fokus pada kegiatan darurat bencana, seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang dan darurat bencana lainnya. “Kami apresiasi apa yang telah dilakukan Desa Adat Bebalang merupakan langkah yang tepat di cuaca ekstrim saat ini”, pungkasnya. (IGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *